matarajawali.net; Kab. MALANG — Pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier yang mencantumkan Poktan Sumber Tani IV, Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, menjadi perhatian setelah dilakukan pengukuran terhadap konstruksi saluran di lapangan.
Pada prasasti kegiatan tercantum pekerjaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier APBN Ditjen LIP 2026, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian. Prasasti tersebut juga mencantumkan luas lahan terdampak 23 hektare.
Hasil Pengukuran Lapangan
Berdasarkan pengukuran dan dokumentasi di lokasi, ukuran saluran yang menjadi objek pengamatan tercatat:
Panjang: ±186 meter
Lebar bagian dalam: ±0,50 meter
Tinggi dinding: ±0,50 meter
Ketebalan dinding: ±10 sentimeter
Ukuran tersebut digunakan sebagai hasil pengukuran lapangan pada bagian saluran yang didokumentasikan, bukan sebagai klaim bahwa seluruh jaringan memiliki dimensi identik sepanjang saluran.
Estimasi Volume Beton Dinding
Jika saluran memiliki dua dinding dengan ukuran tersebut, estimasi volume beton dinding dapat dihitung:
2 × 186 m × 0,50 m × 0,10 m = 18,6 m³
Dengan demikian, perkiraan volume beton untuk dua dinding sepanjang 186 meter mencapai sekitar 18,6 meter kubik.
Perhitungan tersebut belum memasukkan lantai atau dasar saluran, karena ketebalan dasar belum diukur secara khusus.
Selain itu, volume tersebut juga belum memperhitungkan kemungkinan adanya bangunan pelengkap, sambungan, bagian saluran yang berbeda dimensi, pekerjaan persiapan, maupun pekerjaan lainnya.
Kondisi Fisik Turut Didokumentasikan
Dalam dokumentasi lapangan juga terlihat sejumlah bagian konstruksi yang mengalami retakan pada beton serta pengelupasan pada sisi saluran.
Temuan visual tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai kualitas atau ketidaksesuaian pekerjaan.
Diperlukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab kerusakan, termasuk apakah retakan berkaitan dengan umur beton, kondisi tanah, sambungan konstruksi, beban di sekitar saluran, atau faktor lainnya.
Nilai Anggaran Masih Perlu Diverifikasi
Salah satu aspek yang masih menjadi pertanyaan adalah berapa nilai bantuan yang sebenarnya diterima Poktan Sumber Tani IV serta berapa volume pekerjaan yang tercantum dalam RAB.
Angka Rp100 juta yang sebelumnya muncul dalam pembahasan merupakan nilai yang perlu dibuktikan melalui dokumen proyek. Angka tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai nilai pencairan untuk Poktan Sumber Tani IV tanpa adanya SK penerima, dokumen pencairan atau dokumen anggaran yang mengonfirmasinya.
Karena itu, perbandingan antara anggaran dan kondisi fisik baru dapat dilakukan setelah dokumen resmi diperoleh.
RAB Menjadi Kunci
Untuk memastikan kesesuaian pekerjaan, sejumlah dokumen penting perlu ditelusuri, antara lain:
SK penetapan penerima bantuan
Perjanjian Kerja Sama (PKS)
RUK/RAB
Gambar teknis
Data plotting lahan 23 hektare
Bukti pencairan dana
Daftar material dan nota pembelian
LPJ dan berita acara serah terima
Dokumentasi kondisi sebelum dan sesudah pekerjaan
Dokumen tersebut nantinya dapat digunakan untuk membandingkan nilai anggaran, volume yang direncanakan, spesifikasi teknis dan realisasi fisik di lapangan.
Dengan hasil pengukuran sementara panjang ±186 meter, lebar dalam ±0,50 meter, tinggi ±0,50 meter dan ketebalan dinding ±10 cm, data lapangan kini dapat menjadi dasar untuk menguji RAB apabila dokumen tersebut berhasil diperoleh.
Matarajawali.net terus menelusuri dokumen anggaran dan RAB kegiatan tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai nilai bantuan, spesifikasi pekerjaan, serta kesesuaiannya dengan kondisi fisik di lapangan.(jk)



