Waktu Sekarang

10 Oktober 2026 05:40

Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun, Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Dimulai

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net; JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan 11 proyek hilirisasi industri nikel dengan total nilai investasi mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun. Dalam agenda yang sama, Presiden juga melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya memperkuat industri nasional.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (8/10/2026), berdasarkan keterangan resmi Kementerian Sekretariat Negara melalui Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres).

Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo meninjau sejumlah fasilitas industri, mulai dari pengolahan nikel, produksi bahan baku baterai, hingga industri aluminium. Peninjauan itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pengembangan ekosistem industri hilirisasi di kawasan IWIP.

Menurut laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, dari 11 proyek yang diluncurkan, empat proyek telah memasuki tahap komersialisasi, sementara tujuh proyek lainnya mulai memasuki tahap pembangunan.

Pengembangan tersebut mencakup industri material baterai berbasis nikel, separator baterai kendaraan listrik, komponen elektronik baterai, aluminium, alat berat berbasis listrik, serta kaca fotovoltaik untuk industri energi surya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia perlu dikelola dan diolah di dalam negeri agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” demikian pesan Presiden sebagaimana dikutip dalam pemberitaan resmi Sekretariat Negara.

Presiden menyebut ekspor perdana baterai kendaraan listrik sebagai salah satu bukti perkembangan strategi hilirisasi industri nasional. Pemerintah menyatakan akan melanjutkan kebijakan tersebut untuk memperkuat pembangunan ekonomi Indonesia.

Selain menyoroti pengembangan industri, Presiden juga mengingatkan agar kegiatan usaha memperhatikan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitar kawasan industri.

Menurut keterangan resmi Sekretariat Negara, Presiden memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai menunjukkan kepemimpinan, tata kelola, serta pembinaan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Di tengah percepatan investasi dan pembangunan industri, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pengelolaan limbah serta perlindungan kualitas air dan udara harus menjadi bagian dari operasional industri.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pengembangan industri tidak hanya diarahkan pada peningkatan investasi dan produksi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kepentingan generasi mendatang.

Pelaksanaan 11 proyek hilirisasi ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Namun, keberhasilan program tersebut pada akhirnya perlu dilihat dari realisasi investasi, perkembangan produksi, manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta kepatuhan industri terhadap ketentuan lingkungan.(riz)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 22 jam Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4