Waktu Sekarang

4 Agustus 2026 17:15

Gelar Workshop Di SMA & SMK Ibrahimy Untuk Tingkatkan Literasi Digital, Anti-Cyberbullying dan Juga Kesehatan Mental

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net; SITUBONDO – Dalam upaya menciptakan ekosistem media sosial yang sehat dan positif bagi para siswa, SMA dan SMK Ibrahimy Situbondo sukses menggelar workshop bertajuk “Digital Wellness: Melawan Cyberbullying dan Menjaga Kesehatan Mental di Dunia Maya” pada hari Selasa 4/8/2026,di Aula Sekolah SMK dan SMA Ibrahimy setempat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kominfo situbondo (*Andi Yulian Haryanto,S.kom.M.pd*) dan juga kepala sekolah SMK ibrahimy situbondo (*H.Suherman Dianto,S.pd*) & juga kepala sekolah SMA ibrahimy situbondo (*M.Busroh S.A.g*) dan ibu (*RISKA*) selaku kordinator XL SMART AXIS,berfokus pada pentingnya menjaga kesehatan mental saat berselancar di dunia digital. Mengingat pesatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja, sekolah merasa perlu membekali siswa dengan pemahaman mendalam mengenai dampak negatif interaksi online yang tidak sehat.

Strategi Menghadapi Komentar Negatif
Salah satu topik utama yang dibahas adalah cara bijak menyikapi komentar toxic dan cyberbullying. Siswa diajarkan bahwa kritik atau kebencian di kolom komentar bukanlah cerminan nilai diri mereka, dan ada cara-cara prosedural untuk merespons—mulai dari metode ignore, block, report, hingga cara melakukan dokumentasi bukti jika terjadi intimidasi siber yang serius.

“Sangat penting bagi siswa untuk tahu kapan mereka harus berhenti scrolling dan melaporkan perilaku yang melanggar norma di dunia maya. Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain katakan, tapi kita bisa mengontrol bagaimana kita bereaksi,” ujar Andi narasumber dalam paparannya.

Mengatasi FOMO dan Jaga Kualitas Diri
Workshop ini juga menyoroti fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Siswa diajak untuk menyadari bahwa apa yang ditampilkan di media sosial sering kali adalah “sisi terbaik” (highlight reel) kehidupan seseorang, bukan kenyataan utuh. Penekanan diberikan pada pentingnya membangun harga diri (self-esteem) berdasarkan capaian nyata di dunia nyata, bukan berdasarkan angka likes atau pengikut.

Para siswa pun sangat antusias saat sesi diskusi. Mereka berbagi pengalaman tentang tekanan sosial di media sosial dan belajar teknik mindfulness serta pengaturan waktu (screen time management) agar tidak terjebak dalam kecemasan berlebih.

Perwakilan Pihak salah satu kepala sekolah yakni (Suherman) berharap, melalui workshop ini, siswa SMA dan SMK Ibrahimy tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga matang secara emosional. Kedepannya, sekolah berkomitmen untuk terus memantau kesejahteraan psikologis siswa dan memastikan lingkungan sekolah, baik online maupun offline, tetap menjadi ruang yang aman untuk bertumbuh.ujarnya (sup)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 38 menit Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4