Waktu Sekarang

3 Agustus 2026 19:14

Satpolairud Polres Situbondo Evakuasi Nelayan Jangkar yang Ditemukan Meninggal

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net; SITUBONDO – Pencarian seorang nelayan asal Kecamatan Jangkar yang dilaporkan hilang saat melaut berakhir duka. Setelah perahunya ditemukan mengapung tanpa awak di tengah laut, korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di perairan Pantai Asta, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo.

Korban diketahui bernama Sugianto (45), warga Kampung Dami, Desa Jangkar. Ia berangkat melaut seorang diri pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan perahu bernama *Teroboss* untuk mencari ikan.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB, seorang nelayan bernama Hosnan (33), warga Desa Pesanggrahan, menemukan perahu korban mengapung tanpa awak sekitar 12 mil laut dari bibir Pantai Jangkar. Di atas perahu masih terdapat telepon genggam milik korban, namun Sugianto tidak berada di lokasi.

Hosnan kemudian menarik perahu tersebut ke Pantai Agel. Informasi itu segera menyebar dan warga bersama para nelayan melakukan pencarian secara mandiri hingga malam hari, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H., mengatakan setelah menerima laporan, Satpolairud Polres Situbondo langsung berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian.

“Personel Satpolairud Polres Situbondo bersama Ditpolairud Polda Jatim, TNI AL Pos Jangkar, Polsek Jangkar, Koramil Jangkar, BPBD, Tagana, dan unsur terkait lainnya langsung melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban,” ujar AKP Gede.

Di tengah proses pencarian, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, keluarga korban menerima informasi dari seorang nelayan bernama Suto (52) yang menemukan sesosok jenazah mengapung sekitar dua mil laut di utara Pantai Asta.

Saat itu Suto sedang memancing seorang diri. Melihat sesosok tubuh mengambang sekitar 500 meter dari lokasi memancing, ia segera menghubungi kerabatnya yang berada tidak jauh dari lokasi sebelum informasi tersebut diteruskan kepada keluarga korban dan petugas.

Keluarga kemudian memastikan identitas jenazah berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan korban saat berangkat melaut.

Petugas dari Puskesmas Jangkar melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

“Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelas AKP Gede.

Kasat Polairud juga mengingatkan seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat bekerja di laut dengan menggunakan alat pelindung diri, terutama jaket pelampung, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut.

“Kami mengimbau seluruh nelayan agar selalu menggunakan **life jacket** saat melaut. Alat keselamatan ini sangat penting apabila terjadi keadaan darurat, seperti terjatuh ke laut atau dihantam ombak. Keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum mencari nafkah,” pungkasnya.(sup)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 1 jam Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4