Matarajawali.net–GRESIK – Aksi pengeroyokan terhadap tiga pemuda terjadi di perempatan Karangandong, Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Minggu (19/4/2026) siang. Dua dari tiga korban diketahui masih berstatus pelajar.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat para korban berboncengan sepeda motor melintas dari arah timur menuju perempatan. Di waktu bersamaan, mereka berpapasan dengan rombongan yang diduga berasal dari salah satu kelompok perguruan silat yang melaju dari arah utara ke selatan.
Sesampainya di lokasi, salah satu anggota rombongan menghadang korban dan menanyakan asal perguruan. Meski korban mengaku tidak tergabung dalam kelompok mana pun, mereka justru menjadi sasaran kekerasan.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, mengungkapkan bahwa korban telah memberikan jawaban secara netral. Namun, hal itu tidak menghentikan aksi para pelaku.
“Korban sudah menjawab tidak ikut perguruan, tetapi tetap dianiaya hingga terjatuh dari sepeda motor,” ujarnya.
Tidak hanya melakukan pengeroyokan, para pelaku juga merusak kendaraan milik korban. Sepeda motor ditendang, dilempari batu, hingga kunci kontak dicabut. Aksi tersebut baru terhenti setelah warga sekitar datang memberikan pertolongan.
Usai kejadian, para pelaku melarikan diri ke arah selatan. Warga kemudian mengevakuasi korban ke puskesmas pembantu terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Ketiga korban masing-masing Septian Ramadhani (19), warga Driyorejo, serta dua pelajar, Raditya Pratama Putra (17) asal Wringinanom dan Ruben Wijaya (17) asal Krian, Sidoarjo. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.(Wahyu)



