Malang – Upaya percepatan penemuan kasus tuberkulosis (TB) terus digencarkan Pemerintah Kota Malang melalui pelaksanaan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) di wilayah Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang.
Kegiatan yang dikoordinasikan Dinas Kesehatan Kota Malang ini melibatkan tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Arjowinangun bersama kader kesehatan setempat. Skrining dilakukan secara aktif dengan menyasar masyarakat langsung hingga ke tingkat RT dan RW.
Petugas melakukan pemeriksaan awal berupa wawancara gejala seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, hingga demam yang tidak kunjung sembuh. Warga yang terindikasi kemudian diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan di puskesmas.
Selain melalui kunjungan rumah (door to door), kegiatan SSTB juga dipusatkan di beberapa titik layanan masyarakat seperti Kantor Kelurahan Bumiayu yang kerap menjadi lokasi skrining massal dan sosialisasi kesehatan.
“Pendekatan ini dilakukan agar kasus TB bisa ditemukan lebih cepat. Selama ini masih banyak penderita yang belum terdeteksi karena menunggu datang ke fasilitas kesehatan,” ujar salah satu petugas kesehatan di lapangan.
SSTB menjadi strategi penting dalam menekan angka penularan TB, mengingat penyakit ini mudah menyebar melalui udara. Dengan deteksi dini, pasien dapat segera menjalani pengobatan sehingga risiko penularan ke orang lain dapat diminimalkan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mengikuti skrining dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TB. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.
Hingga saat ini, pelaksanaan SSTB di wilayah Bumiayu masih terus berjalan dan diperluas jangkauannya. Namun, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah temuan kasus dari kegiatan tersebut.(Aji)



