Waktu Sekarang

24 Juni 2026 11:45

Warga Sukoanyar Pertanyakan Pengelolaan Limbah SPPG, Bau Menyengat dan Genangan Diduga Ganggu Permukiman

Kategori :

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net; Kab. Malang – Keluhan warga terhadap dugaan buruknya pengelolaan limbah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, semakin mengemuka. Bau menyengat yang diduga berasal dari limbah SPPG disebut telah lama dikeluhkan warga yang tinggal di sepanjang Jalan Pakis.

Sejumlah warga menilai keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah dipasang belum mampu menjawab persoalan yang terjadi di lapangan. Pasalnya, metode penyedotan limbah secara berkala yang selama ini dilakukan disebut masih terus digunakan hingga saat ini.

“Kalau memang IPAL berfungsi maksimal, kenapa masih harus disedot seperti dulu? Yang kami lihat justru limbah diduga meluber dan menggenang di depan rumah warga,” ungkap salah seorang warga kepada awak media.

Warga mengaku tidak hanya terganggu oleh aroma tidak sedap yang muncul hampir setiap hari, tetapi juga khawatir terhadap dampak lingkungan dan kesehatan apabila kondisi tersebut terus dibiarkan. Genangan yang diduga berasal dari limbah itu bahkan disebut beberapa kali terlihat berada di sekitar area permukiman.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas sistem pengelolaan limbah yang diterapkan oleh pihak SPPG. Warga meminta adanya keterbukaan informasi terkait kapasitas IPAL, proses pengolahan limbah, hingga pengawasan dari instansi berwenang.

Saat tim matarajawali.net berupaya meminta klarifikasi, pemilik SPPG yang diketahui bernama Beni belum bersedia menemui awak media. Alih-alih memberikan penjelasan secara langsung, pihak SPPG hanya mengarahkan awak media kepada seorang pengawas yang kemudian menunjukkan sistem pengolahan limbah di lokasi.

Namun demikian, penjelasan tersebut dinilai belum mampu menjawab seluruh pertanyaan warga terkait dugaan luberan limbah yang masih terjadi hingga saat ini.

Warga berharap pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka meminta dilakukan audit terhadap sistem pengelolaan limbah SPPG guna memastikan operasional fasilitas tersebut tidak merugikan masyarakat sekitar.

No Tag
Matarajawali
Di Post : 16 detik Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4