matarajawali.net; SITUBONDO — Satpolairud Polres Situbondo menyiagakan personel dan sarana apung untuk mengamankan pelaksanaan Sholawat Burdah Tengah Laut 2026 di perairan Pantai Kedai Siring, Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Rabu (2/9/2026) petang.
Pengamanan dilakukan secara khusus karena rangkaian utama kegiatan berlangsung di tengah laut dan diikuti jamaah yang berangkat menggunakan sekitar 53 perahu nelayan.
Kasat Polairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, pengamanan disiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman sekaligus mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin terjadi selama jamaah berada di perairan.
“Pengamanan ada dua sisi, yaitu sisi darat dan sisi laut. Pengamanan gabungan baik dari unsur Polri, TNI maupun instansi terkait lainnya,” kata AKP Gede.
Khusus di wilayah perairan, Satpolairud bersama unsur terkait mengerahkan empat sarana apung untuk melakukan pemantauan dan pengamanan. Sarana tersebut terdiri atas perahu karet milik Satpolairud Polres Situbondo, speedboat Pos TNI AL Jangkar, speedboat Pos TNI AL Panarukan, serta kapal dari KSOP Kelas IV Panarukan.
Petugas disiagakan untuk memantau pergerakan perahu jamaah sekaligus memberikan respons apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan di laut. Pengamanan juga dilakukan secara terpadu dengan personel yang bertugas di darat.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, Satpolairud bersama unsur pengamanan lainnya telah mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral. Koordinasi tersebut dilakukan untuk membagi tugas dan memastikan seluruh unsur dapat bergerak secara terpadu selama kegiatan berlangsung.
“Rapat koordinasi sudah dilakukan lebih awal sehingga personel pengamanan yang terdiri dari lintas sektoral dan swakarsa masyarakat dapat bersinergi dengan baik. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, aman dan terkendali,” ujarnya.
Sedikitnya 200 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan kegiatan. Mereka terdiri atas unsur Polri, TNI, tenaga kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, KSOP, Linmas, serta masyarakat sekitar.
Dari sisi keselamatan, petugas juga memastikan jamaah yang berada di atas perahu memperhatikan penggunaan perlengkapan keselamatan. Sebagian besar jamaah disebut telah menggunakan jaket pelampung selama mengikuti prosesi sholawat di tengah laut.
Pengamanan tersebut mengiringi kegiatan keagamaan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB. Sholawat Burdah dipimpin langsung KHR. Achmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Jamaah sebelumnya berkumpul di kawasan panggung tepi pantai sebelum bergerak menggunakan perahu menuju tengah laut.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208.
AKP Gede mengatakan kondisi cuaca yang mendukung turut membantu kelancaran pengamanan. Angin relatif bersahabat dan gelombang laut dalam kondisi landai sehingga tidak ditemukan kendala selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah cuaca saat pelaksanaan baik. Angin dan gelombang air laut landai sehingga tidak ada kendala apa pun,” jelasnya.
Bagi Satpolairud, pengamanan kegiatan di laut tidak hanya berkaitan dengan kelancaran prosesi, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat yang menggunakan transportasi air. Karena itu, penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak perahu.
“Kami berharap untuk kegiatan yang serupa ke depan, kedisiplinan masyarakat dalam menjaga keselamatan di laut lebih ditingkatkan, terutama penggunaan life jacket untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.
Satpolairud Polres Situbondo juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110 maupun Super App Polri sebagai bagian dari kemudahan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.(sup)



