matarajawali.net; MALANG – Persoalan pembiayaan pendidikan kembali menjadi perhatian. Salah satu anggota Komite Sekolah SMAN 1 Tumpang, Qodim, menyoroti keterbatasan dukungan pemerintah dalam memenuhi seluruh kebutuhan operasional sekolah.
Qodim menilai bahwa skema Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah belum mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan. Menurutnya, ketergantungan sekolah pada dana BOS justru menunjukkan adanya kesenjangan serius antara standar kebutuhan pendidikan dan alokasi anggaran yang tersedia.
Ia menilai, berbagai kebutuhan dasar sekolah seperti pemeliharaan fasilitas, kegiatan pembelajaran, hingga kebutuhan penunjang lainnya terus meningkat, sementara dukungan pembiayaan dari pemerintah tidak mengalami penyesuaian yang memadai.
“Faktanya, kebutuhan operasional sekolah jauh lebih besar daripada dana BOS yang diterima. Akibatnya, sekolah terpaksa mencari jalan lain untuk menutup kekurangan tersebut,” ujar Qodim.
Kondisi ini, lanjutnya, mendorong munculnya praktik penggalangan sumbangan dari wali murid yang diklaim bersifat sukarela. Namun dalam praktiknya, skema tersebut kerap menimbulkan perdebatan karena berpotensi menimbulkan tekanan sosial bagi orang tua siswa.
Qodim menegaskan bahwa meskipun disebut sukarela, dalam realitasnya tidak semua orang tua memiliki posisi yang sama untuk menolak, terutama ketika sumbangan dikaitkan dengan kebutuhan operasional sekolah yang bersifat mendesak.
Di sisi lain, istilah sumbangan sukarela secara regulasi memang dibedakan dari pungutan. Berdasarkan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, komite diperbolehkan menggalang dana untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, namun dilarang melakukan pungutan yang bersifat wajib kepada orang tua atau peserta didik.
Meski demikian, batas antara “sukarela” dan “tertekan secara sosial” sering kali menjadi kabur di lapangan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mekanisme tersebut dapat bergeser menjadi beban tidak langsung bagi wali murid, terutama di sekolah negeri yang seharusnya ditopang penuh oleh negara.



