Matarajawali.net–KEDIRI–24 Mei 2026 – Potensi ekonomi desa yang terpendam mulai terangkat berkat pembinaan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Progib Jawa Timur. Di Desa Selo Panggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, puluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini tumbuh lebih rapi, berdaya saing, dan menjadi tulang punggung penghasilan warga berkat pendampingan, pelatihan, dan dukungan nyata dari organisasi tersebut .
Berangkat dari kekayaan alam dan kearifan lokal wilayah yang subur dan strategis, Progib Jawa Timur memfokuskan pembinaan pada produk olahan pangan, kerajinan tangan, dan hasil pertanian yang diolah menjadi barang bernilai jual tinggi . Kini, produk andalan seperti keripik buah, camilan tradisional, olahan umbi-umbian, hingga kerajinan anyaman bambu khas Selo Panggung sudah memiliki kemasan menarik, standar mutu terjaga, dan mulai dikenal luas hingga luar daerah.
Ketua DPW Progib Jawa Timur, Soemardi Priono, yang meninjau langsung perkembangan UMKM binaan tersebut pekan lalu, menyebutkan bahwa penguatan ekonomi akar rumput adalah prioritas utama organisasi, selaras dengan amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat dan daerah .
Ia menambahkan, pembinaan dilakukan bertahap: mulai dari pendataan potensi, pelatihan kualitas produk, pembuatan izin edar, hingga pendampingan pemasaran digital dan penyertaan dalam pameran-pameran daerah maupun provinsi.
Salah satu pelaku usaha binaan, Siti Aminah (42), pemilik usaha olahan pisang dan singkong, mengaku usahanya dulunya hanya dijual di warung tetangga. Berkat pendampingan Progib, ia kini punya merek dagang sendiri, kemasan menarik, dan bisa menerima pesanan dalam jumlah besar.
Saat ini, tercatat ada 28 kelompok usaha dan perorangan yang sudah dibina secara rutin. Rencananya, dalam waktu dekat, produk-produk unggulan Desa Selo Panggung akan ditampilkan dalam pameran produk lokal tingkat Kabupaten Kediri dan Provinsi Jawa Timur.
Lewat langkah nyata ini, Progib Jawa Timur membuktikan komitmennya: memajukan organisasi sekaligus menjadi mitra strategis masyarakat, mewujudkan kemandirian ekonomi, dan menjadikan Jawa Timur makin progresif dari desa-desa yang maju dan sejahtera.(Fajar)



