matarajawali.net; Kota Batu –
Polres Batu mengusut tuntas aksi perundungan antar suporter sepak bola yang terjadi di kawasan Alun-alun Kota Batu. Dalam kasus tersebut, polisi telah mengamankan tiga pemuda yang diduga melakukan tindakan bullying terhadap seorang wisatawan asal Kabupaten Sidoarjo.
Peristiwa ini dipicu persoalan sepele, yakni perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola. Namun, perbedaan tersebut berujung pada tindakan yang melanggar hukum.
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Supriyanto, mengatakan ketiga terduga pelaku telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Dua pelaku berasal dari Kabupaten Malang dan satu lainnya dari Kota Malang.
“Dua pelaku berinisial AMP (20), warga Desa Randuagung, Kecamatan Singosari dan MSA (20), warga Desa Bedali, Kecamatan Lawang. Sementara satu pelaku lainnya berinisial ENN (22), warga Perumahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang,” jelas AKP Joko, Rabu (14/1/2026).
Ketiganya diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/05/I/2026/SPKT/Polres Batu tertanggal 12 Januari 2026. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Batu masih mendalami peran masing-masing pelaku.
Korban dalam peristiwa tersebut adalah MAF (21), warga Kabupaten Sidoarjo. Saat kejadian, korban tengah berwisata di Alun-alun Kota Batu bersama tiga rekannya, yakni MRB (20), ERP (19), dan AMF (21). Ketiganya juga warga Kabupaten Sidoarjo dan berstatus sebagai saksi.
Peristiwa perundungan terjadi pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, korban dan rekan-rekannya memarkir sepeda motor di area parkir Alun-alun Kota Batu, tepatnya di Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.
Masalah bermula ketika salah satu saksi hendak mengambil charger ponsel di dalam sepeda motor. Tiba-tiba, ia didatangi sekitar 30 pemuda. Kelompok tersebut kemudian menemukan sebuah helm yang ditempeli stiker klub sepak bola dari salah satu kota di Jawa Timur.
Kelompok pemuda tersebut lalu meminta pemilik helm untuk menghampiri mereka.
Korban MAF sebagai pemilik helm mendatangi kelompok tersebut. Namun, situasi justru berubah menjadi aksi perundungan.
“Korban diperlakukan tidak pantas, salah satunya dengan dilucuti pakaiannya hingga hanya tersisa pakaian dalam,” ungkap AKP Joko.
Polres Batu menegaskan akan menindak tegas pelaku demi menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di Kota Batu.
(Faj)



