Waktu Sekarang

27 Januari 2026 04:13

Usai Disidak dan Ditutup Oleh Plt Bupati Bekasi, Pengepul Sampah Lakukan Aksi Protes Dikelurahan Kebalen 

Kategori :

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Matarajawali.net –Kabupaten Bekasi Penutupan lokasi pengepulan sampah oleh Plt Bupati Bekasi memicu aksi protes dari para pengepul sampah di wilayah Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Aksi tersebut dilakukan dengan cara menumpahkan sampah di sekitar kantor kelurahan, sebagai bentuk kekecewaan lantaran dinilai tidak ada solusi pasca penutupan.

Pantauan di lokasi, tumpukan sampah terlihat berserakan di kantor Kelurahan Kebalen Kecamtan Babelan, Para pengepul mengaku bingung harus membuang sampah ke mana setelah tempat usaha mereka ditutup usai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pemerintah daerah.

Salah satu pengepul menyampaikan, penutupan dilakukan tanpa adanya alternatif lokasi atau solusi konkret dari pemerintah. Menurutnya, para pengepul hanya menjalankan usaha pengelolaan sampah warga, namun kini justru terdampak kebijakan tersebut.

“Tempat kami ditutup, tapi tidak ada solusi. Sampah dari warga terus datang, mau dibuang ke mana?” keluhan Seorang pengais Sampah di lokasi aksi.

“Seharusnya kebijakan penutupan TPSS ini disertai solusi yang jelas. Kami ini bergantung hidup dari sini,” ujar salah seorang pengais sampah di lokasi aksi.

Akibat aksi tersebut, tumpukan sampah menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas pelayanan di Kantor Kelurahan Kebalen serta kenyamanan warga sekitar.

Kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan lingkungan jika tidak segera ditangani.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, satu unit truk pengangkut sampah dari UPTD kebersihan terlihat disiagakan di halaman kantor kelurahan guna mengangkut sampah yang terlanjur berserakan.

Sementara itu, pengurus Kelompok Masyarakat Pengolah Sampah (KMPS) setempat menjelaskan bahwa sejak TPSS resmi ditutup, pihaknya telah berupaya melarang pembuangan sampah di lokasi tersebut.

“Sejak kemarin TPSS sudah ditutup dan kami sudah melarang agar tidak buang sampah di sini. Tapi para penarik gerobak kebingungan mau ke mana, akhirnya mereka datang ke kantor kelurahan untuk mencari solusi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini terdapat kerja sama antara pihak pengelola sampah dengan UPTD, namun kontrak kerja tersebut telah berakhir dan belum diperpanjang.

“Kami sebelumnya ada kerja sama dengan UPTD, kontraknya sudah habis dan sampai sekarang belum diperpanjang. Kami juga tidak tahu kendalanya apa,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kelurahan bersama pemerintah daerah masih melakukan upaya penanganan serta mencari solusi agar penutupan TPSS Kebalen tidak kembali memicu gejolak dan persoalan sosial di tengah masyarakat.

No Tag
Matarajawali
Di Post : 4 minggu Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4