Waktu Sekarang

13 Desember 2025 07:48

Sorotan Kualitas Proyek Hotmix di Desa Gadingan: Jalan Kp. Timur-Kp. Dami Ditembel Ulang, Warga Kecewa

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net; Situbondo – Kualitas proyek peningkatan jalan di Desa Gadingan, khususnya ruas Kampung Timur – Kampung Dami, kembali menjadi polemik. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Baluran Permai ini, yang baru saja selesai, kini terpaksa mengalami penambalan ulang akibat kerusakan prematur yang mencolok. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat, yang mempertanyakan integritas dan kualitas pengerjaan proyek.

Pantauan langsung di lapangan mengungkap fakta miris. Aspal hotmix yang baru dipasang tampak mengelupas di sejumlah titik, meninggalkan jejak-jejak retakan dan lubang yang mengkhawatirkan. Kerusakan ini menunjukkan indikasi kuat akan buruknya kualitas material, proses pengerjaan yang tidak memadai, atau bahkan dugaan adanya pengurangan volume material (spek) yang seharusnya.17/11/2025

“Kami sangat kecewa. Jalan baru ini seharusnya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi kami, tapi malah menimbulkan kekhawatiran baru. Kami takut jalan ini tidak akan bertahan lama, apalagi dengan kondisi seperti ini,” ujar seorang warga Desa Gadingan yang enggan disebutkan namanya, mewakili kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak warga lainnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, CV. Baluran Permai telah melakukan upaya penambalan ulang pada area-area yang rusak. Namun, tindakan ini seolah menjadi “pemadam kebakaran” yang tidak menyelesaikan akar masalah. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai penyebab kerusakan, langkah-langkah perbaikan menyeluruh, atau bahkan komitmen untuk memastikan proyek serupa tidak kembali terulang di masa depan.

“Pemerintah daerah harus segera turun tangan. Mengevaluasi secara mendalam proyek ini, termasuk memeriksa spesifikasi teknis dan kualitas material yang digunakan. Jangan biarkan praktik-praktik yang merugikan masyarakat terus berlanjut,” tegas warga, menyuarakan tuntutan akan transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah daerah. Mereka mendesak agar kasus ini tidak hanya berhenti pada penambalan ulang, melainkan diusut tuntas untuk memberikan efek jera dan memastikan kualitas infrastruktur yang lebih baik di masa mendatang.

Ketiadaan informasi lebih lanjut dari pemerintah daerah dan CV. Baluran Permai semakin menambah kekhawatiran masyarakat. Warga Desa Gadingan berharap agar kasus ini menjadi pelajaran berharga dan memacu perbaikan signifikan dalam pengawasan proyek infrastruktur. Mereka menginginkan peningkatan jalan yang berkualitas, yang mampu memberikan manfaat maksimal bagi mobilitas dan kesejahteraan warga, bukan hanya sekadar proyek yang dibangun asal jadi dan mudah rusak.TIM

No Tag
Matarajawali
Di Post : 3 minggu Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4