Matarajawali.net-Sidoarjo; Aparat kepolisian Polresta Sidoarjo menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah hotel dan penginapan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/12/2025) dini hari. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah pekerja seks komersial (PSK) yang menawarkan jasa melalui aplikasi daring.
Razia ini digelar sebagai bagian dari kegiatan cipta kondisi guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah hotel yang diduga kerap dijadikan lokasi praktik prostitusi online menjadi sasaran utama petugas.
Operasi tersebut melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Unit Resmob, serta Unit Pidana Umum Satreskrim Polresta Sidoarjo. Dalam pelaksanaannya, polisi juga berkoordinasi dengan pihak pengelola hotel untuk melakukan pemeriksaan kamar secara menyeluruh.
Dari hasil razia, petugas mengamankan lebih dari lima PSK online yang ditemukan berada di dalam kamar hotel. Selain itu, beberapa pria yang diduga sebagai pelanggan turut diamankan karena kedapatan bersama para PSK.
Saat pemeriksaan berlangsung, sejumlah PSK tampak terkejut dan tidak siap menghadapi kedatangan petugas. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat kontrasepsi serta perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan praktik prostitusi online.
Seluruh pihak yang terjaring razia langsung dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk menjalani pendataan dan pembinaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kanit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Utun Utami, mengatakan razia tersebut merupakan langkah preventif kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama momentum libur panjang.
“Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, kami melaksanakan razia di sejumlah hotel yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi online,” ujar Iptu Utun Utami.
Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin guna menekan penyakit masyarakat serta menjaga kondusivitas wilayah Sidoarjo selama perayaan Nataru.(Wahyu)



