Waktu Sekarang

28 Januari 2026 05:42

Ratusan Pers Minta Klarifikasi Terkait Statement Gubernur Jawa Barat Yang Menyepelekan Peran Media

Kategori :

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net – Kab.Bekasi; Statement Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang mengajak masyarakat untuk tidak bekerjasama dengan media, menyakiti dan melukai persoalan insan pers.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) perwakilan Kabupaten Bekasi, Doni Ardon dalam sambutannya mengatakan, statement Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang viral di media sosial menyakiti perasaan insan pers, yang secara terang-terangan mengajak masyarakat untuk tidak bekerjasama dengan media.

Doni Ardon menyayangkan statement yang dilontarkan sosok Gubernur dan disampaikan dengan kesan mengajak, bahkan viral di media sosial.

“Statementnya tidak mencerminkan sosok seorang pemimpin dan tanpa nurani telah menyakiti perasaan insan pers,” tegas Doni Ardon di Saung Jajaka, Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Kamis, 03 Juli 2025.

Terlepas KDM beralasan untuk efisiensi anggaran Pemprov Jawa Barat, lanjut Doni Ardon, namun jangan menyakiti perasaan insan pers.

Ditempat yang sama, Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, menegaskan pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menyepelekan peran media profesional.

“Ini harus kita hadapi dengan kepala dingin, namun pikiran yang tajam,” ungkapnya.

Ade Muksin mengajak seluruh insan media, khususnya di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi menyikapi hal tersebut dengan tetap menjunjung etika profesi.

“Kita bukan sedang baper, kita sedang menjaga marwah profesi jurnalis agar tidak dipermainkan oleh narasi yang menyesatkan publik. Dan hari ini, kita berkumpul bukan karena amarah, tapi karena panggilan moral,” ungkap Ade Muksin.

Pemimpin Media Sangkakala 7, HM. Aritonang menegaskan, sangat menyayangkan statement Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang viral di media sosial, statement KDM menodai dan menyepelekan profesional media.

Pers sebagai pilar keempat demokrasi, yang dijamin kemerdekaannya dan diakui keberadaannya oleh UUD 1945, seperti halnya tiga pilar demokrasi lainnya, yaitu kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Sebagai salah satu dari pilar demokrasi, pers terus berada di garda terdepan, dan memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan profesionalisme, ungkapnya.

Profesional menjadi jembatan antara masyarakat kelas bawah dengan kaum elit, salah satu kaum profesional kelas menengah ini adalah wartawan.

Pers menjalankan peran dan fungsinya sebagai kontrol sosial, memperkuat demokrasi, turut mencerdaskan kehidupan bangsa, serta berperan dalam upaya menegakkan supremasi hukum, tegasnya.

Acara Dialog Pers di hadiri oleh jajaran pengurus dan anggota SMSI Kabupaten Bekasi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama (AWIBB) Jawa Barat, Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Bekasi, Perkumpulan Pemimpin Redaksi Independen (PPRI) cabang Kabupaten Bekasi, Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Bekasi, Komunitas Sosial Media Indonesia (KOSMI), Forum Hari Ini (FHI), para direktur dan pemimpin redaksi perusahaan pers, ratusan wartawan serta insan media di Bekasi Raya.(riz)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 7 bulan Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4