Waktu Sekarang

27 Januari 2026 06:27

Jadi Sorotan,Proyek Jalan Kesambi Rampak-Pokaan Situbondo Ketebalan Hotmix Dipertanyakan, Rp 86 Juta Negara Dirugikan

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net; Situbondo – Proyek peningkatan jalan ruas Kesambi Rampak – Pokaan (R. 309) di Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Perumahan (PUPP) Kabupaten Situbondo, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek senilai Rp 370.904.541,42 dengan volume 555 meter, yang dikerjakan oleh CV. MAKMUR SENTOSA AKBAR, dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, khususnya pada ketebalan lapisan hotmix.

Kritikan ini datang dari Hepi, seorang warga asli Situbondo yang dikenal aktif memantau jalannya pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Hepi mengungkapkan bahwa kejanggalan terlihat jelas pada ketebalan hotmix yang diduga tidak mencapai standar yang telah ditetapkan.

Meskipun Hepi menyampaikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam membangun infrastruktur di berbagai titik, ia menyayangkan dugaan penyalahgunaan kepercayaan pemerintah Kabupaten Situbondo Kepada pihak Kontraktor.

“Jalan memang kelihatan mulus dan bagus, namun di balik itu pihak kontraktor Diduga sudah mengurangi ketebalan,Menurut Penghitungan Sementara Kami Mengkalkulasi Kerugian Negara Sekitar Rp. 86.338.000,” ujar Hepi.

Menurutnya, pengurangan volume ketebalan hotmix ini jelas-jelas merugikan keuangan negara. Hepi menduga bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah kepada kontraktor telah disalahgunakan demi keuntungan sepihak.

Lebih lanjut, Hepi menilai bahwa kenakalan pihak kontraktor ini tidak terlepas dari lemahnya fungsi pengawasan dari Dinas PUPP Kabupaten Situbondo dan Konsultan Pengawas.

“Pihak pengawas seolah-olah memberikan peluang kepada pihak kontraktor untuk melakukan kecurangan dengan cara melakukan pembiaran,” tegasnya.

Hepi menekankan bahwa pengawasan yang longgar ini menciptakan celah bagi kontraktor untuk mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan yang seharusnya sesuai kontrak.

Menanggapi temuan ini, Hepi meminta kepada Dinas PUPP Situbondo dan seluruh pihak terkait untuk segera melakukan pengawasan yang ketat dan menyeluruh terhadap proyek tersebut. Ia berharap agar setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah disepakati, demi menjamin kualitas infrastruktur jangka panjang bagi masyarakat Situbondo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPP Kabupaten Situbondo maupun pihak CV. MAKMUR SENTOSA AKBAR terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis ini.(Tim)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 2 bulan Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4