Waktu Sekarang

3 Maret 2026 00:20

IRAN TUTUP SELAT HORMUZ RESPON SERANGAN AS – ISRAEL, 20% KONSUMSI MINYAK GLOBAL TERGANGGU

Kategori :

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Matarajawali.net–Ibternasional; Sebagai tanggapan atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi pada hari Sabtu (28/2), pemerintah Iran mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz – salah satu jalur pelayaran energi paling krusial di dunia. Berdasarkan laporan dari Gulf News, sejumlah armada kapal yang beroperasi di kawasan Teluk Persia telah menerima pemberitahuan resmi melalui siaran radio frekuensi tinggi dari Garda Revolusi Iran (IRGC), yang menyatakan bahwa tidak ada kapal akan diizinkan melintas melalui jalur perairan tersebut hingga kondisi aman tercapai.

Dengan lokasi geografis yang menjadikan Iran menguasai pantai utara Selat Hormuz, negara ini memiliki posisi strategis untuk mengendalikan akses masuk dan keluar dari jalur pelayaran tersebut. Kondisi ini memberi pengaruh besar bukan hanya terhadap distribusi ekspor minyak dalam negeri Iran, tetapi juga terhadap pasokan energi global secara keseluruhan.

Sebagai salah satu saluran transit energi terpenting di dunia, Selat Hormuz menjadi laluan bagi sekitar 20 persen konsumsi minyak global. Jalur air yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta Laut Arab ini terletak di antara wilayah Iran dan Oman. Menurut Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), selat ini merupakan titik penyempitan terpenting untuk distribusi minyak internasional. Sebagaimana dilaporkan oleh DW Indonesia, pada bagian paling sempitnya, lebar Selat Hormuz hanya sekitar 33 kilometer, dengan masing-masing jalur pelayaran untuk arah berbeda memiliki lebar sekitar 3 kilometer – membuat lalu lintas kapal menjadi sangat padat dan memiliki risiko yang tinggi.

Negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengandalkan selat ini untuk mengangkut hasil produksi minyak mentah dari ladang-ladang mereka di kawasan Teluk Persia ke pasar global. Konsultan pasar energi dan pengapalan Vortexa mencatat bahwa setiap hari, sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan berbagai jenis bahan bakar melintas melalui jalur tersebut.

Selain minyak, Qatar – produsen gas alam cair (LNG) terbesar dunia – juga sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk aktivitas ekspor produk utamanya. Data dari EIA menunjukkan bahwa sekitar 82 persen total pengiriman minyak mentah dan bahan bakar lain melalui selat ini ditujukan ke negara-negara konsumen di kawasan Asia.

Analis memperingatkan bahwa jika penutupan berlangsung dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu upaya normalisasi hubungan yang telah dilakukan Iran dengan negara-negara Arab Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari itu, Iran sendiri juga akan merasakan dampaknya, mengingat seluruh ekspor minyak negaranya dilakukan melalui jalur laut yang melewati Selat Hormuz. Seperti yang dikutip dari laporan Reuters, tim analis JP Morgan yang diketuai Natasha Kaneva, bersama Prateek Kedia dan Lyuba Savinova, menjelaskan bahwa ekonomi Iran sangat bergantung pada kelancaran lalu lintas barang dan kapal di jalur ini. “Penutupan Selat Hormuz akan berdampak negatif bagi hubungan perdagangan Iran, terutama dengan China yang merupakan pembeli tunggal minyak mereka saat ini,” ujar mereka.

No Tag
Matarajawali
Di Post : 12 jam Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4