Matarajawali.net–PASURUAN – Kasus pembacokan dan pengeroyokan yang menimpa saudara Firman Maulidia terus menjadi sorotan tajam publik. Meskipun satu pelaku sudah berhasil diamankan dan ditahan, namun keadilan dirasa belum sepenuhnya terwujud karena masih ada kaki tangan lain yang masih berkeliaran dengan bebas.
Merespons hal tersebut, pihak Polres Pasuruan melalui jajarannya akhirnya memberikan konfirmasi resmi terkait perkembangan kasus ini.
“Benar, saat ini kami telah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap salah satu pelaku. Namun, kami mengakui bahwa masih ada pelaku lainnya yang belum tertangkap. Saat ini, proses pengejaran dan pengembangan kasus terus kami lakukan secara maksimal untuk memburu pelaku yang masih buron,” demikian pernyataan resmi yang diterima dari Polres Pasuruan.
Menyikapi hal tersebut, kami selaku insan pers dan pihak pendamping menegaskan dengan sangat tegas bahwa hukum tidak boleh pandang bulu.
“Kami mengharapkan kepada seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) agar bekerja secara maksimal dan totalitas. Tangkap semua pelaku pengeroyokan dan pembacokan ini! Hukum harus ditegakkan tanpa melihat siapa pelakunya, sekuat apa pun mereka, dan sebesar apa pun ‘topangan’ mereka. Para pelaku kriminal harus benar-benar dilibas habis! Keadilan harus ditegakkan sampai akar-akarnya,” tegas perwakilan media.
Sementara itu, Ketua LSM Trinusa dan LSM Gajahmada Nusantara dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan tinggal diam melihat korban terus dirugikan.
“Kami menuntut agar perkara ini segera diselesaikan secara totalitas. Jangan berhenti hanya di satu orang pelaku, karena fakta di lapangan menyebutkan ada dua orang yang membawa sajam saat kejadian. Jangan biarkan yang satu masuk bui, tapi yang satunya malah tertawa di luar,” seru mereka dengan nada tinggi.
LSM juga menekankan bahwa kasus ini harus segera diputus dan disidangkan, tidak boleh berlarut-larut dan tidak boleh ada upaya untuk menutup-nutupi kesalahan.
Sebagai bentuk komitmen menjaga keadilan, seluruh elemen yang hadir, mulai dari LSM Trinusa, LSM Gajahmada Nusantara, hingga awak media, menyatakan kesiapannya untuk terus memantau.
“Kami bersama seluruh rekan media siap mengawal kasus ini dari awal sampai akhir. Kami akan pastikan tidak ada celah untuk pelaku lolos, dan kami pastikan korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Jangan berharap bisa kabur atau main aman, karena mata publik terus mengawasi!”
Masyarakat kini menunggu, apakah janji pengejaran itu akan segera terealisasi, atau hanya sekadar wacana belaka. Buktikan kalau hukum di Pasuruan masih ada!(Faj)



