Waktu Sekarang

26 Januari 2026 16:46

Dorong Peran Ayah, Disdikbud Kota Malang Luncurkan Program GEMAR

Kategori :

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kota Malang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengambil langkah strategis untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak melalui Program Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR). Program ini mengajak para ayah untuk hadir langsung ke sekolah saat pengambilan rapor sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan pendidikan putra-putrinya.

Sebagai bentuk keseriusan, Disdikbud Kota Malang telah mengedarkan surat edaran ke seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya, yang berisi imbauan agar pengambilan rapor diupayakan dilakukan oleh ayah.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa selama ini peran ayah dalam urusan pendidikan anak masih tergolong rendah. Mayoritas pendampingan anak di sekolah, mulai dari rapat hingga pengambilan rapor, lebih sering dilakukan oleh ibu.

“Selama ini yang aktif mengurus pendidikan anak hampir selalu ibu. Ayah jarang terlibat. Melalui program ini, kami ingin ayah ikut merasakan perannya dalam pendidikan anak, bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu,” ujar Suwarjana.

Ia menambahkan, fenomena minimnya kehadiran ayah terlihat jelas dalam berbagai kegiatan sekolah. Dalam satu kelas, kehadiran ayah saat rapat atau pengambilan rapor biasanya hanya satu hingga dua orang saja.

“Kalau alasannya bekerja, sebenarnya masih bisa diupayakan izin. Jadi ini lebih kepada kebiasaan yang ingin kita ubah bersama,” jelasnya.

Program GEMAR sendiri merupakan pengembangan dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diinisiasi oleh BKKBN Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kota Malang kemudian memberikan dukungan penuh agar program tersebut dapat diterapkan secara luas di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan pengambilan rapor dijadwalkan pada Jumat, 19 Desember 2025. Namun, Suwarjana menyebutkan ada beberapa sekolah yang menyerahkan rapor pada Kamis dan kemudian dikembalikan lagi ke sekolah keesokan harinya untuk disimpan dengan aman.

Selain itu, sekolah juga dianjurkan mendokumentasikan momen kebersamaan ayah dan anak saat pengambilan rapor, baik melalui foto, video, maupun testimoni singkat.

Menurut Suwarjana, kehadiran ayah memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis anak. Dukungan langsung dari ayah dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan perasaan dihargai pada diri anak.

“Anak membutuhkan dukungan emosional dari kedua orang tuanya. Ketika ayah hadir dan terlibat, anak akan merasa lebih diperhatikan dan termotivasi,” tutupnya.(Aji)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 1 bulan Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4