Waktu Sekarang

3 Maret 2026 22:41

Dishub Kota Malang Siapkan Strategi Pengamanan dan Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026

Kategori :

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Matarajawali.net–Kota Malang; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektoral bersama kepolisian serta pemerintah daerah di wilayah Malang Raya.

Widjaja menjelaskan, berdasarkan data nasional, pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,6 juta orang. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 1,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 146 juta orang. Meski demikian, penurunan tersebut dinilai tetap berpotensi memengaruhi arus kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Kota Malang, termasuk Kota Batu dan Kabupaten Malang.

“Malang Raya ini satu kesatuan wilayah yang saling terhubung. Karena itu koordinasi dengan Polresta Malang Kota, Polres Malang, dan Polres Batu sangat penting dalam pengaturan arus lalu lintas,” ujarnya.

8 Titik Pantau dan 7 Pos Pengamanan

Dishub Kota Malang mencatat, pada periode Lebaran 2025 jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Malang mencapai 276.726 unit. Penghitungan dilakukan secara manual maupun menggunakan teknologi, dengan menempatkan personel di delapan titik pintu masuk kota untuk memantau volume kendaraan yang keluar-masuk.

Untuk Lebaran 2026, Dishub bersama unsur kepolisian dan pemerintah daerah akan mendirikan tujuh Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pantau di sejumlah titik strategis. Personel gabungan dari Dishub, kepolisian, serta instansi terkait akan disiagakan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan masyarakat.

Selain itu, terdapat 15 titik yang dipetakan sebagai lokasi rawan kepadatan, terutama di kawasan pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan lokasi penawaran jasa. Aktivitas peningkatan pengunjung diperkirakan mulai terjadi satu hingga dua pekan sebelum Lebaran, yang juga berdampak pada kebutuhan ruang parkir.

“Kami akui, keterbatasan lahan parkir di Kota Malang menjadi tantangan tersendiri. Karena itu diperlukan pengaturan dan pengawasan yang lebih intensif,” tambahnya.

Mudik Gratis Didukung Swasta

Pada 2026, Pemerintah Kota Malang tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk program mudik gratis akibat keterbatasan anggaran daerah. Namun, program tersebut tetap berjalan melalui dukungan penuh dari pihak swasta.

Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Bank Jatim, Politeknik Negeri Malang, Juragan 99, Medali Emas, dan Pelita. Total tersedia enam unit armada bus untuk program mudik gratis, sementara pemerintah daerah membantu dalam penyediaan konsumsi bagi peserta.

Pelaksanaan mudik gratis dijadwalkan bersamaan dengan Kabupaten Malang pada 17 Maret 2026, guna memberikan kesempatan merata bagi masyarakat.

Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, tujuan terbanyak peserta mudik dari Kota Malang adalah Madura serta wilayah Jember dan Banyuwangi. Disusul rute Pacitan dan Ponorogo.

Antisipasi Dua Gelombang Mudik

Mengacu pada informasi dari Listyo Sigit Prabowo, arus mudik 2026 diprediksi terbagi dalam dua gelombang, yakni 13–15 Maret dan 18–19 Maret, dengan jeda Hari Raya Nyepi pada 17 Maret.

Dishub Kota Malang pun akan memantau pergerakan kendaraan sejak tujuh hari sebelum puncak arus mudik hingga empat hari setelah Lebaran. Koordinasi juga dilakukan untuk memperoleh data kendaraan dari akses tol di wilayah Pakis dan Singosari, mengingat kendaraan dari arah Tol Madiun-Pandaan berpotensi masuk ke Kota Malang maupun menuju Kota Batu.

Widjaja menambahkan, kondisi jalan di Kota Malang saat ini dalam keadaan mantap dan tidak ditemukan kerusakan signifikan. Pihaknya optimistis Dinas PUPR dapat segera menangani apabila terjadi kerusakan menjelang puncak arus mudik.

“Kami berharap seluruh elemen dapat bersinergi agar arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kota Malang berjalan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.(Aji)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 2 jam Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4