Waktu Sekarang

28 Januari 2026 17:45

Genta Pangan Akan Terapkan Digitalisasi Pangan Akan Dikembangkan Hingga Pelosok Desa

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Matarajawali.net – Malang; Kelompok tani di beberapa wilayah Jawa Timur mengikuti Sosialisasi GNTKP (Gerakan Nasional Tani Untuk Kedaulatan Pangan) dan Pengesahan Genta Pangan oleh Gerakan Nasional Tani Untuk Kedaulatan Pangan (Genta Pangan) bertempat di rumah makan bebek Pak Untung, Bululawang Kabupaten Malang pada Rabu (26/6/2024).

Acara ini dihadir ketua Salaksus Magis Indonesia Jerry Lumelle beserta anggota Salaksus Magis se-Kabupaten Malang, Mr. Cik Malaysia, Mr. Li China, Mr. Lim Hongkong, Mr. Dino German, Mr. Nazarudin, Jajaran Kepala OPD Kabupaten Malang, Camat dan Forkopimcam Pujon, Perwakilan Kelompok Peternak dan Petani di Kabupaten Malang, serta Perwakilan dari Koperasi Pengolah Susu.

“Kita hanya launching atau sosialisasi Genta Pangan (Gerakan Nasional Tani Untuk Kedaulatan Pangan), dengan pemerintah yang baru dibawah kepemimpinan bapak Prabowo nanti sangat konsen untuk ketahanan pangan nasional, untuk indonesia menjadi swasembada pangan dan akan mengawal program-program pemerintah tersebut” kata ketua Salaksus Magis Jerry Lumelle.

Foto: Ketua Salaksus Magis Indonesia Jerry Lumelle

Satuan Pelaksana Khusus Makanan Bergizi Gratis (Salaksus Magis) sebagai mitra pemerintah dalam sosialisasi menggunakan anggaran investasi bukan dari anggaran pemerintah.

“Dan mohon dukungan dari semua khusunya kelompok tani dan kelompok peternak se Indonesia dan khususnya di Jawa Timur dan di Malang ini kita bersatu bersama membangkitkan kedaulatan pangan” terangnya

Sementara itu, untuk gerakan kongkrit Genta Pangan di Kabupaten Malang, nanti akan terstruktur melalui kegiatan-kegiatan yang ada dari pusat dan akan dikembangkan dan diaplikasikan ke semua daerah sampai ke ujung desa.

“Kita akan aplikasikan satu menagemen, satu sistem, kita memakai sistem digitalisasi yang diterapkan bapak Budiman Sujatmiko selaku Kepala Badan Pangan Indonesia” kata Jerry

Bentuk digitalisasi pangan tersebut nantinya seperti network khusus petani dan peternak se Indonesia, sehingga koordinasi tentang produk-produk yang telah diciptakan di masing-masing daerah akan dikembangkan dan bisa didistribusikan ke rakyat.

“Jika memenuhi standart pada program makan gratis itu baru bisa kita tampung dan pemerintah akan membelinya dan didistribusikan dengan aman” jelasnya

Sementara untuk mengatasi kelangkaan pupuk, Jerry mengatakan bahwa kelangkaan pupuk memang sudah terjadi di pelosok indonesia, dan ini akan kita coba meredius tentang kelangkaan pupuk ini.

“Dan Insya Allah kendala itu akan kita atasi bersama, sehingga kebutuhan pupuk untuk petani dan peternak akan tercukupi dengan harga yang standart” terangnya

“Pupuk yang kita pakai, kebetulan ada pupuk terbaru berbentuk kapsul dengan nama pupuk Nano, ini penggunaannya hanya dengan tiga butir kapsul dicampur 50 liter air untuk 1 hektar. Pemakaiannya 3 sampai 5 kali dan sampai panen” pungkasnya

Menurutnya, dengan memakai pupuk Nano ini lebih efisien, lebih murah, bahkan produksinya lebih baik daripada memakai produk pupuk yang lain. Dan nantinya Kabupaten Malang akan menjadi pilot project atau daerah percontohan karena 80 persen masyarakatnya adalah petani.

Sebelumnya, pada Selasa (25/6/2024) Sosialisasi yang sama juga dilakukan pada di kelompok tani dan peternak se Kabupaten Malang yang dilaksanakan di CV. Nuswantara Kecamatan Pujon yang dihadiri Bupati Malang.(Ocha)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 18:32
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4