matarajawali.net; WASHINGTON — Popularitas Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan. Sejumlah survei terbaru menunjukkan tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump berada di level rendah, dengan angka berbeda-beda antar-lembaga survei.
Survei Reuters/Ipsos yang dilakukan pada 17–20 September 2026 mencatat hanya 32 persen warga Amerika yang menyetujui kinerja Trump sebagai presiden. Angka tersebut menjadi titik terendah dalam rangkaian polling Reuters/Ipsos sepanjang karier politik Trump.
Yang menjadi perhatian, penurunan juga terlihat di kalangan pemilih Partai Republik. Dalam survei yang sama, tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump di kalangan Republikan turun menjadi 73 persen, dari 82 persen pada survei sebelumnya.
Isu ekonomi menjadi salah satu faktor yang menonjol. Hanya 17 persen responden yang menyatakan puas terhadap penanganan Trump atas biaya hidup. Di kalangan Republikan, penilaian terhadap penanganan persoalan biaya hidup juga turun dari 70 persen pada Januari menjadi 44 persen dalam survei terbaru.
Selain Reuters/Ipsos, sejumlah jajak pendapat lain juga menunjukkan angka persetujuan Trump berada di kisaran rendah. Polling CNN/SSRS yang dilakukan 16–17 September mencatat 33 persen responden menyetujui kinerja Trump, sementara 67 persen tidak menyetujuinya.
Sementara itu, survei Emerson College pada 21–22 September mencatat approval Trump sebesar 39 persen, dengan 58 persen menyatakan tidak menyetujui kinerjanya. Perbedaan angka antar-survei menunjukkan bahwa hasil polling sangat bergantung pada periode pengambilan sampel, metode, dan kelompok responden.
Persoalan ekonomi dan biaya hidup menjadi perhatian utama dalam sejumlah survei tersebut. Reuters/Ipsos juga mencatat bahwa perang Iran dan dampaknya terhadap harga energi menjadi salah satu isu yang berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran ekonomi masyarakat Amerika.
Dengan berbagai hasil survei tersebut, posisi Trump dalam opini publik Amerika saat ini menghadapi tekanan. Namun, angka approval yang berbeda antar-lembaga menunjukkan bahwa tingkat dukungan publik tidak dapat diwakili oleh satu angka tunggal.(red)
Matarajawali.net — Informasi, Aktual, Terpercaya.



