matarajawali.net — Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina pada malam 24 hingga 25 September 2026.
Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan sekitar 295 drone serang dari berbagai lokasi. Drone yang digunakan antara lain jenis Shahed, Gerbera, Banderol/Dan-T, serta drone umpan Parodiya.
Hingga pukul 07.30 waktu setempat, Ukraina mengklaim berhasil menghancurkan atau menekan 267 drone. Namun, serangan tetap menimbulkan kerusakan di sejumlah lokasi.
Kyiv menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Sebuah drone Rusia menghantam bangunan bertingkat di ibu kota Ukraina. Reuters melaporkan seorang anak tewas dan sedikitnya tujuh orang terluka dalam serangan tersebut.
Selain Kyiv, serangan juga dilaporkan berdampak di wilayah Zaporizhzhia dan Odesa. Sebuah fasilitas rumah sakit di Zaporizhzhia mengalami kerusakan akibat serangan drone.
Serangan Rusia ini terjadi di tengah meningkatnya aksi saling serang menggunakan drone antara Rusia dan Ukraina. Pada malam yang sama, pejabat Rusia juga melaporkan serangan drone Ukraina ke sejumlah wilayah Rusia, termasuk serangan terhadap fasilitas minyak dan industri.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa perang Rusia-Ukraina masih mengalami eskalasi serangan jarak jauh, dengan drone menjadi salah satu senjata utama yang digunakan kedua pihak.



