Waktu Sekarang

30 Agustus 2026 13:03

Aliansi Masyarakat Cinta Damai Tolak Rencana Tabligh Akbar yang Menghadirkan Rizieq Shihab di Kota Malang

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

MALANG – Aliansi Masyarakat Cinta Damai (AMCD) menyampaikan keberatan dan penolakan terhadap rencana kegiatan Tabligh Akbar yang akan menghadirkan Rizieq Shihab sebagai pembicara di Masjid As Syafi’iyah, Jalan Malik Dalam, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, pada 31 Agustus 2026.

Sikap tersebut dituangkan dalam surat “Pernyataan Sikap” yang ditandatangani Koordinator AMCD, Ismail, di Kedungkandang, 28 Agustus 2026.

Dalam pernyataannya, AMCD menyebut sikap penolakan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan masukan dari sejumlah tokoh masyarakat setempat serta aspek ketenteraman, sosial, keagamaan, kemasyarakatan dan kondusivitas wilayah.

AMCD menilai Kota Malang selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki keberagaman masyarakat serta kehidupan antarumat beragama yang berjalan berdampingan.
Menurut AMCD, keberagaman tersebut perlu dijaga agar suasana kehidupan masyarakat tetap aman, tenteram dan harmonis.

Soroti Rekam Jejak Pernyataan Rizieq Shihab.

Dalam poin kedua pernyataannya, AMCD menyoroti sejumlah ceramah dan pernyataan Rizieq Shihab yang menurut mereka pernah menimbulkan kontroversi.

AMCD menyebut beberapa pernyataan Rizieq Shihab di masa lalu dinilai oleh kelompok tersebut berkaitan dengan isu sensitif, termasuk persoalan yang dianggap dapat memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

Namun, pandangan tersebut merupakan penilaian dari AMCD dan tidak serta-merta menjadi fakta hukum mengenai kegiatan maupun pribadi Rizieq Shihab.
AMCD juga menyatakan bahwa masyarakat Kota Malang memiliki latar belakang agama, suku dan budaya yang beragam. Karena itu, menurut mereka, setiap kegiatan yang menghadirkan tokoh publik perlu mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat setempat.

Tekankan Kebebasan Berdakwah Harus Diiringi Tanggung Jawab
Dalam pernyataan sikapnya, AMCD menyatakan memahami pentingnya kebebasan berpendapat dan berdakwah. Namun, mereka menilai kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab untuk menjaga kerukunan dan tidak menimbulkan kebencian maupun diskriminasi terhadap kelompok lain.
AMCD juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan ketenteraman masyarakat dalam konteks kehidupan Indonesia yang plural.

Atas dasar pertimbangan tersebut, AMCD menyatakan sikap menolak atau meminta agar kegiatan Tabligh Akbar yang menghadirkan Rizieq Shihab di Masjid As Syafi’iyah, Jalan Malik Dalam, Kedungkandang, Kota Malang, pada 31 Agustus 2026, tidak diselenggarakan.

“Kami berharap semua pihak dapat memahami suara kami, khususnya aparat penegak hukum di Kota Malang, sebagai bagian dari upaya kolektif untuk mencegah serta menjaga keharmonisan Kota Malang dan keutuhan bangsa,” demikian salah satu poin dalam pernyataan AMCD.

Minta Semua Pihak Menjaga Kondusivitas

AMCD menyatakan sikap tersebut tidak dimaksudkan untuk mengabaikan kebebasan beragama maupun kebebasan menyampaikan pendapat. Mereka menempatkan persoalan tersebut dalam konteks menjaga kondusivitas dan kerukunan masyarakat Kota Malang.

Sementara itu, terkait rencana kegiatan Tabligh Akbar tersebut, pihak penyelenggara maupun Rizieq Shihab perlu diberikan ruang untuk menyampaikan penjelasan dan tanggapan atas keberatan yang disampaikan AMCD.

Hingga berita ini ditulis, pernyataan sikap yang menjadi dasar pemberitaan ini merupakan dokumen dari AMCD. Belum ada keterangan dari pihak penyelenggara kegiatan maupun Rizieq Shihab yang dimuat dalam dokumen tersebut.

Karena itu, informasi mengenai kepastian pelaksanaan kegiatan pada 31 Agustus 2026 serta respons pihak-pihak yang disebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.(aji)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 2 jam Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4