Waktu Sekarang

13 Agustus 2026 11:48

Dialog Kebangsaan, Kapolres Situbondo Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Bijak Bermedia Sosial

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net; SITUBONDO – Perbedaan suku, agama dan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Justru keberagaman menjadi kekuatan yang harus dijaga bersama demi Situbondo yang aman, rukun dan kondusif.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., saat mengikuti Dialog Kebangsaan bersama Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat di Paseban Alun-Alun Situbondo, Rabu malam (12/8/2026).

Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 itu mengangkat tema “Tak Atokaran Membangun Situbondo Menuju Indonesia Emas” dan dihadiri sekitar 100 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.S.M., Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, S.Pd.I., Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian, S.Kom., M.Han., Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., Ketua DPRD Situbondo Mahbub Junaidi, S.H.I., Wakil Pengadilan Negeri Situbondo Aris Suharman Lubis, S.H., M.H., Kasi Datun Kejaksaan Dr. Arif Hidayat, S.H., M.H., serta Pj. Sekda Situbondo Drs. Akhmad Yulianto, M.Si.

Turut hadir Kepala Kemenag Situbondo Dr. H. Muhammad Mudhofar, S.Ag., M.Si., jajaran camat, kepala desa dan lurah, Bakesbangpol, FKUB, GM FKPPI, Pokdar Kamtibmas, FKDM, perwakilan LSM, mahasiswa, media serta komunitas abang becak.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Situbondo menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, perbedaan harus dikelola dengan sikap saling menghormati dan tidak dijadikan alasan untuk menimbulkan konflik.

“Perbedaan suku, agama dan pendapat hendaknya menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan menjadi pemicu perpecahan. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga Situbondo tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Bayu.

Kapolres mengatakan kehidupan berbangsa dan bernegara harus tetap berlandaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD 1945. Nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi berbagai persoalan di masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu provokatif yang beredar di media sosial. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya sebelum disebarluaskan.

“Kami mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring sebelum sharing agar informasi yang kita sebarkan tidak justru menimbulkan persoalan,” katanya.

Kapolres turut menyoroti kenakalan remaja, khususnya balap liar yang sebagian pelakunya masih berstatus pelajar. Selain mengganggu ketertiban, aksi tersebut juga berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Tingginya kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia produktif, harus menjadi perhatian bersama. Anak-anak kita perlu diberikan pemahaman agar tidak terlibat balap liar maupun kegiatan lain yang membahayakan diri dan orang lain,” tegasnya.

Menurut Kapolres, menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tugas kepolisian. Sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, komunitas, media dan seluruh warga sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan semangat persatuan. Ia mengingatkan bahwa Situbondo merupakan bagian dari Indonesia yang harus dijaga bersama.

Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian mengajak masyarakat tidak mudah terpengaruh penggiringan opini dan narasi provokatif. Ia mengingatkan pentingnya budaya “saring sebelum sharing” sebelum menerima maupun menyebarkan informasi.

Kepala Kemenag Situbondo Dr. H. Muhammad Mudhofar menekankan pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, persoalan seperti intoleransi, provokasi, hoaks, fanatisme berlebihan dan konflik terkait tempat ibadah perlu dicegah dengan komunikasi serta sikap saling menghormati.

Sebelum dialog dimulai, Bupati Situbondo juga menyerahkan bendera Merah Putih secara simbolis dan bantuan sembako kepada komunitas abang becak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dialog kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta. Berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dibahas untuk mencari pemahaman dan solusi melalui komunikasi serta musyawarah.

Dari dialog tersebut, seluruh peserta sepakat pentingnya menjaga persatuan, toleransi, kerukunan dan kondusivitas Kabupaten Situbondo. Setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan kerawanan diharapkan diselesaikan secara objektif berdasarkan data, komunikasi dan musyawarah.

Kapolres Situbondo berharap semangat kebersamaan yang dibangun dalam Dialog Kebangsaan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau seluruh elemen masyarakat bersatu, saling menghormati dan mau menyelesaikan persoalan melalui dialog, saya yakin Situbondo akan semakin aman, rukun dan maju. Mari kita jaga Situbondo sebagai rumah kita bersama,” pungkas AKBP Bayu.(sup)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 9 menit Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4