Waktu Sekarang

23 Juni 2026 13:20

Warga Sukoanyar Keluhkan Dugaan Luberan Limbah SPPG, Pengelola Pastikan Sudah Sesuai Standar

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Matarajawali.net–MALANG – Sejumlah warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, mengeluhkan adanya dugaan luberan limbah yang berasal dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga.

Keluhan tersebut muncul karena adanya bekas bercak menyerupai aliran air kotor di sekitar lokasi yang disebut warga menimbulkan bau tidak sedap, terutama di sepanjang tepi jalan raya Desa Sukoanyar yang berdekatan dengan permukiman.

Salah seorang warga setempat mengaku aroma tidak sedap tersebut kerap tercium hampir setiap hari dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

“Baunya cukup mengganggu, terutama saat cuaca panas. Warga berharap ada penanganan yang lebih baik agar tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak SPPG membantah bahwa limbah yang dikelola telah mencemari lingkungan. Menurut pihak pengelola, sistem pengolahan limbah yang dimiliki saat ini telah memenuhi ketentuan dan dikelola sesuai prosedur yang berlaku.

Pihak SPPG bahkan menunjukkan dokumen sertifikasi pengelolaan limbah sebagai bukti bahwa proses pengolahan yang dilakukan telah memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kami memastikan pengelolaan limbah sudah sesuai standar. Sistem yang digunakan telah memenuhi persyaratan dan diawasi secara berkala,” ujar salah satu perwakilan pengawas SPPG.

Lebih lanjut, pihak SPPG menjelaskan bahwa pada masa awal operasional, pengelolaan limbah dilakukan dengan cara pengurasan berkala karena belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Saat itu, rencana pemasangan jaringan pipa limbah sempat menghadapi penolakan dari sebagian warga karena jalur pipa harus melintasi lahan milik masyarakat.

Namun setelah IPAL berhasil dipasang dan beroperasi, pihak pengelola menilai sistem pembuangan limbah menjadi lebih terkontrol dibanding sebelumnya.

“Dulu limbah ditangani melalui pengurasan berkala. Setelah IPAL terpasang, pengelolaan menjadi lebih efektif dan terkontrol sehingga risiko pencemaran dapat diminimalkan,” terang pengawas SPPG.

Meski demikian, sejumlah warga berharap dilakukan pengecekan lebih lanjut oleh instansi terkait guna memastikan sumber bau yang dikeluhkan masyarakat serta memastikan sistem pengolahan limbah yang ada benar-benar tidak berdampak terhadap lingkungan sekitar.(Aji)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 2 jam Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4