Matarajawali.net–MALANG – Dugaan salah sasaran dalam operasi penangkapan kasus narkoba di Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menjadi perhatian warga setempat. Dalam operasi tersebut, dua rumah warga diduga sempat dimasuki petugas yang mencari tersangka berinisial H alias Kutrik.
Berdasarkan keterangan warga, empat orang yang mengaku berasal dari Polda Jawa Timur datang untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus narkoba tersebut.
Rumah pertama yang diduga dimasuki adalah rumah milik Bu Diah. Petugas disebut masuk melalui jendela kamar mandi rumah. Saat berada di dalam rumah, salah satu anggota reserse sempat memegang kerah baju anak Bu Diah bernama Nabil karena diduga mengira dirinya adalah tersangka yang dicari.
Namun secara spontan Nabil menjelaskan bahwa dirinya bukan orang yang dimaksud oleh petugas.
“Anak saya langsung dipegang kerah bajunya karena dikira tersangka. Nabil langsung bilang kalau dirinya bukan orang yang dicari,” ujar Bu Diah.
Setelah menyadari terjadi kekeliruan, petugas kemudian mendatangi rumah milik Hendro yang berada tepat di sebelah rumah Bu Diah. Saat itu kondisi rumah disebut dalam keadaan kosong.
Karena tidak mendapat jawaban dari dalam rumah, petugas diduga mendobrak pintu rumah Hendro hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tembok kusen pintu.
Ketua RT 03 RW 01, Ahmad Buari, mengaku tidak mengetahui adanya operasi penangkapan tersebut karena tidak ada koordinasi maupun pemberitahuan sebelumnya dari aparat.
“Saya tidak mengetahui adanya penangkapan itu. Mereka hanya menyampaikan secara lisan bahwa berasal dari Polda Jatim,” kata Ahmad Buari.
Ia juga menyayangkan tindakan aparat yang dinilai membuat warga panik dan trauma, terutama keluarga Bu Diah dan anaknya.
Menurut Ahmad Buari, setelah diberi penjelasan kepada petugas, diketahui bahwa lokasi rumah tersangka yang sebenarnya berada di wilayah lain dan jaraknya cukup jauh dari lokasi penggerebekan pertama yang diduga salah sasaran.
“Setelah saya beri tahu, ternyata rumah tersangka berada di wilayah lain dan letaknya lumayan jauh dari lokasi awal penggerebekan,” tambahnya.
Peristiwa tersebut membuat warga sekitar geger dan keluar rumah karena mendengar keributan saat penggerebekan berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan salah sasaran, masuk rumah tanpa koordinasi, maupun kerusakan rumah warga dalam operasi penangkapan tersebut.(Aji)



