Waktu Sekarang

12 Maret 2026 19:32

Ulama Besar Mekkah Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Penjaga Ajaran Aswaja

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net; MEKKAH – Dunia Islam mengenang sosok ulama besar Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki (1945–2004), sebagai salah satu cendekiawan Muslim paling berpengaruh di abad ke-20. Ulama asal Mekkah ini dikenal luas sebagai ahli hadis, pendidik di Masjidil Haram, serta penulis produktif dengan lebih dari 100 karya ilmiah.

Abuya lahir di Mekkah pada 1365 Hijriah atau 1945 Masehi. Ia merupakan putra dari ulama terkemuka, Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, sekaligus keturunan Nabi Muhammad SAW. Sejak usia muda, Abuya telah menunjukkan kecemerlangan dalam berbagai disiplin ilmu keislaman, khususnya hadis dan fikih empat mazhab.

Dalam perjalanan akademiknya, Abuya pernah mengajar di Masjidil Haram dan Universitas Ummul Qura. Namun, seiring waktu, ia memilih mengabdikan diri mengajar di kediamannya di kawasan Rushoifah, Mekkah. Tempat tersebut kemudian berkembang menjadi pusat studi Islam yang melahirkan ribuan santri dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meski hidup dan berdakwah di tengah dominasi paham Wahabi, Abuya dikenal teguh memperjuangkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dengan pendekatan ilmiah dan penuh kebijaksanaan. Sikap moderat dan keilmuannya membuatnya tetap dihormati, bahkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Salah satu karya Abuya yang paling dikenal adalah Mafahim Yajibu an-Tusahhah, sebuah kitab yang meluruskan berbagai kesalahpahaman terhadap ajaran Aswaja dengan argumentasi ilmiah yang kuat dan sistematis.

Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki wafat pada 15 Ramadan 1425 H atau 2004 M, dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la, Mekkah. Hingga kini, nama dan pemikirannya tetap hidup di hati umat Islam, khususnya kalangan pesantren, yang mengenangnya sebagai pendidik umat yang alim, santun, dan menyejukkan—akrab disapa “Abuya” oleh para muridnya.(red)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 1 bulan Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4