Matarajawali.net – pasuruan; Bupati Pasuruan kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dari 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling yang telah puluhan tahun hidup di tengah konflik agraria dengan TNI AL. Bersama perwakilan warga, DPRD, dan sejumlah OPD, Bupati melakukan audiensi ke DPR RI dan Kementerian Pertahanan guna mencari solusi terbaik atas persoalan berkepanjangan tersebut.
Upaya penyelesaian konflik agraria antara masyarakat 10 desa di Kecamatan Lekok dan Nguling dengan TNI Angkatan Laut kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Pada agenda kunjungan kerja ke Jakarta, Bupati Pasuruan didampingi perwakilan warga, anggota DPRD, serta sejumlah kepala OPD terkait melakukan audiensi dengan beberapa fraksi di DPR RI pada Rabu (14/1).
Langkah ini ditempuh sebagai ikhtiar untuk menyampaikan kondisi riil masyarakat yang hingga kini masih hidup dalam ketidakpastian status lahan. Konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut tidak hanya menyangkut aspek legalitas tanah, tetapi juga menyentuh hak dasar warga untuk tinggal dengan tenang dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Konflik ini bukan hanya persoalan administrasi lahan. Ini soal hak masyarakat untuk hidup damai dan mendapatkan akses pembangunan secara adil,” tegas Bupati dalam pertemuan tersebut.
Selain audiensi dengan DPR RI, rombongan juga mengagendakan pertemuan lanjutan dengan Kementerian Pertahanan.
Pemerintah Kabupaten menilai bahwa pelibatan pemerintah pusat menjadi kunci utama dalam mencari titik temu dan menghasilkan keputusan yang memberi kepastian hukum bagi warga.
Sebagai kepala daerah, Bupati menegaskan bahwa perjuangan ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk hadir, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan rakyat Pasuruan.
“Perjuangan ini akan terus kami kawal hingga ada solusi yang memberikan kepastian, keadilan, dan harapan bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan langkah berkelanjutan ini, pemerintah daerah berharap ada percepatan penyelesaian konflik dan terwujudnya kepastian bagi ribuan warga di Lekok dan Nguling.(Fajar)



