Matarajawali.net Kabupaten Bekasi; Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, tengah menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak menilai program usaha yang dijalankan BUMDes belum menunjukkan kinerja ideal sebagai penggerak ekonomi desa, bahkan dinilai berpotensi merugikan keuangan desa.
Salah satu program yang menuai kritik adalah usaha budidaya lele. Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, program tersebut diduga tidak sebanding antara besaran modal dan biaya operasional dengan hasil panen yang diperoleh. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait perencanaan usaha, studi kelayakan, serta manajemen risiko yang diterapkan oleh pengelola BUMDes.
“BUMDes seharusnya dikelola dengan prinsip usaha yang sehat. Jika sejak awal proyeksi menunjukkan potensi kerugian, maka program tersebut patut dievaluasi secara menyeluruh,” ujar salah satu warga Kalijaya yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya dari sisi finansial, dampak ekonomi terhadap masyarakat desa juga dinilai minim.
Program BUMDes disebut belum banyak melibatkan warga, baik sebagai mitra usaha, tenaga kerja, maupun bagian dari rantai produksi dan distribusi. Akibatnya, keberadaan BUMDes belum dirasakan langsung sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Padahal, secara ideal, BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, membuka peluang kerja, serta menciptakan nilai tambah berbasis potensi desa.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah minimnya transparansi pengelolaan BUMDes. Informasi terkait laporan keuangan, hasil usaha, serta mekanisme penggunaan anggaran desa dinilai belum terbuka secara optimal kepada publik maupun masyarakat desa.
“BUMDes mengelola dana publik. Transparansi adalah kunci agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tambah warga tersebut.
Sejumlah kalangan menilai, kondisi ini perlu segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta instansi pengawas terkait. Evaluasi menyeluruh, audit pengelolaan, hingga restrukturisasi program dinilai penting agar BUMDes Desa Kalijaya dapat kembali ke tujuan awal pendiriannya, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola BUMDes Desa Kalijaya belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai sorotan tersebut.(Risky)



