matarajawali.net; Situbondo – Proyek peningkatan jalan dengan hotmix di Ruas Tanjung Glugur – KP. GEGER (R. 455), Kecamatan Mangaran, Situbondo, kembali menjadi sorotan tajam warga. Proyek yang dikerjakan oleh CV. AZZA JAYA dengan volume 626 meter dan menelan anggaran dari APBD Tahun Anggaran 2025 senilai Rp. 441.507.364,32 ini dicurigai memiliki kualitas di bawah standar, mengulang kekhawatiran dari proyek-proyek tahun sebelumnya.
Warga Situbondo, Hepi, menyatakan keprihatinannya terhadap kualitas pekerjaan hotmix yang selama ini dinilainya “asal jadi” dan tidak bertahan lama. Menurutnya, hal ini merugikan masyarakat dan negara.
Hepi secara spesifik menyoroti proyek di Ruas Tanjung Glugur-Kp. Geger, menduga adanya kecurangan dalam pelaksanaannya.

“Ini salah satu contoh lemahnya fungsi pengawasan pihak-pihak terkait, sehingga saya menilai pihak dinas memberikan peluang kepada oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” ujar Hepi.
Ia menduga pekerjaan hotmix tersebut tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ada. Salah satu indikasi utamanya adalah ketebalan hotmix yang diduga tidak sesuai spesifikasi. Hepi telah mengantongi data lain yang memperkuat dugaannya tersebut.
Menyikapi temuan ini, Hepi mendesak agar Dinas PUPP Bidang Bina Marga Kabupaten Situbondo, DPRD Kabupaten Situbondo khususnya Komisi III, serta Konsultan Pengawas, untuk tidak hanya menerima laporan di atas meja. Ia menuntut adanya pengawasan dan evaluasi lapangan yang ketat terhadap kualitas proyek.
Sebagai putra daerah asli Situbondo, Hepi juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut andil mengawasi dan memantau jalannya kegiatan proyek di Kabupaten Situbondo.
“Harapan saya, semoga dengan kepemimpinan Mas Bupati (*Mas Rio*) saat ini bisa membawa Situbondo lebih baik, agar lebih berkelas yang memperjuangkan hak-hak masyarakat Situbondo,” tutup Hepi, menekankan pentingnya akuntabilitas publik dalam setiap pembangunan infrastruktur.(time)



