Matarajawali.net; Kabupaten Bekasi — Forum Musyawarah Masyarakat Wangkal (FORKAL) Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menuntut pertanggungjawaban dari pihak developer perumahan yang diduga menjadi penyebab rusaknya akses jalan utama warga.
Kerusakan jalan tersebut semakin parah sejak dimulainya aktivitas pembangunan perumahan di wilayah Wangkal. Jalan yang sebelumnya digunakan warga sebagai jalur utama mobilitas kini mengalami keretakan, berlubang, dan licin akibat lalu lintas kendaraan proyek dengan tonase berat.
Ketua Forum Musyawarah Masyarakat Wangkal, [Suryadi], menyampaikan bahwa warga telah berulang kali menyampaikan keberatan kepada pihak pengembang, namun belum ada tanggapan konkret hingga saat ini.
> “Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami menolak dampak buruknya. Jalan ini dibangun dengan gotong royong warga, sekarang rusak berat karena truk-truk proyek lewat setiap hari,” ujar suryadi dalam pernyataannya, Rabu (15/10).

Masyarakat menuntut agar pihak developer bertanggung jawab memperbaiki infrastruktur yang terdampak akibat aktivitas proyek. Selain itu, warga juga meminta Pemerintah Desa Kalijaya dan pihak Kecamatan Cikarang Barat turun tangan memediasi persoalan ini agar tidak semakin memanas.
Puncak kegiatan tuntutan warga akhirnya mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, yang turun langsung menemui masyarakat Desa Kalijaya. Kehadiran Rieke menjadi titik terang bagi warga setelah sekian lama perjuangan mereka belum mendapat respon berarti dari pihak pengembang maupun pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Rieke Diah Pitaloka menyatakan dukungannya terhadap aspirasi masyarakat Wangkal dan menegaskan bahwa persoalan pembangunan tidak boleh mengabaikan hak-hak warga sekitar.
> “Pembangunan harus berpihak kepada rakyat. Jangan sampai masyarakat menjadi korban atas aktivitas bisnis yang tidak bertanggung jawab,” tegas Rieke di hadapan warga.
Warga menyambut positif kehadiran anggota DPR RI tersebut dan berharap langkah itu menjadi awal penyelesaian yang adil bagi semua pihak. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari developer dalam memperbaiki jalan yang rusak.
> “Kami ingin pembangunan yang membawa manfaat, bukan penderitaan. Terima kasih kepada Ibu Rieke yang sudah mau mendengar langsung suara kami,” tutupnya.(riZ)



