matarajawali.net; Situbondo – Proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi sorotan publik. Kejanggalan mulai bermunculan setelah tim media melakukan penelusuran di lokasi proyek, terutama terkait minimnya transparansi dalam pelaksanaan kegiatan.
Sorotan utama tertuju pada ketiadaan papan nama proyek di lokasi. Hal ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat dan publik secara umum. Papan nama proyek, yang seharusnya memuat informasi penting seperti nama proyek, nilai anggaran, kontraktor pelaksana, dan jangka waktu pengerjaan, absen di lokasi. Kondisi ini dinilai menghambat hak masyarakat untuk mengetahui dan mengawasi jalannya proyek.

“Ketiadaan papan nama proyek ini sangat disayangkan,kayak proyek siluman saja ” ujar salah seorang warga Desa Peleyan yang enggan disebutkan namanya. “Kami jadi tidak tahu proyek ini dari mana, anggarannya berapa, dan siapa yang bertanggung jawab. Ini jelas menghambat kami untuk ikut mengawasi,” tambahnya.
Tim media yang melakukan penelusuran di lokasi proyek menemukan sejumlah kejanggalan lain.
Minimnya Informasi,Tidak adanya papan informasi rinci mengenai proyek,selain aktivitas fisik di lapangan.dan Ketiada’an papan nama proyek berpotensi melanggar aturan yang berlaku terkait transparansi dalam proyek pemerintah.
Menanggapi hal ini, sejumlah pihak mendesak agar pemerintah daerah Situbondo maupun dinas terkait segera memberikan klarifikasi terkait proyek tersebut. Masyarakat berharap Pemeerintah atau dinas terkait dapat memastikan proyek berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk menjamin transparansi dalam pelaksanaannya.
“Dinas terkait harus segera turun tangan. Transparansi adalah kunci untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan memastikan proyek berjalan sesuai dengan harapan,” tegas seorang warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait, termasuk pemerintah desa maupun dinas terkait di Kabupaten Situbondo. Tim media matarajawali.net terus berupaya untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut mengenai proyek pembangunan saluran irigasi tersebut. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proyek pembangunan, khususnya yang menggunakan anggaran publik.(sup)



