Waktu Sekarang

27 Januari 2026 21:53

Mahasiswa PMM UMM Gelar Penyuluhan Untuk Buruh Tani Tebu,Dan Meningkatkan Kesadaran Kerja Aman Di Desa Sopet

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net – Situbondo; Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) melaksanakan kegiatan penyuluhan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi buruh tani tebu di Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran para pekerja akan pentingnya menjaga keselamatan diri selama bekerja di ladang, sehingga risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan dapat diminimalkan.7/8/2025

Tim mahasiswa yang terlibat terdiri dari Koordinator Shella Munika, anggota Vinca Najwa Setyolarasati, Nurjihan Tamira, Ndaru Gendis Wilujeng, dan Kurniawati, dengan pendamping lapangan Bapak Ganjar Adhywirawan Sutarjo, M.P. yang turut memberikan pengarahan teknis selama kegiatan berlangsung.

Sebelum acara kegiatan berlangsung, tim mahasiswa PMM dibantu oleh salah satu warga yang bernama Pak Didik, yang turut serta dalam membantu menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan K3 kepada para buruh tani tebu. Target peserta kegiatan adalah 20 orang buruh tani tebu yang mewakili kelompok pekerja di Desa Sopet. Mereka diundang untuk hadir secara langsung di lokasi penyuluhan yang digelar di area perkebunan tebu.

Penyuluhan dilakukan langsung di area perkebunan tebu serta menggabungkan penjelasan materi dan praktik lapangan. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan dan masker medis, cara memegang dan menggunakan alat tebang dengan aman, serta langkah-langkah kerja yang meminimalkan risiko cedera.

Tidak hanya menerima penjelasan, para buruh tani tebu mempraktikkannya secara langsung cara penggunaan APD yang benar. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya buruh yang aktif bertanya tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dengan penerapan prinsip K3.

Setelah kegiatan penyuluhan, tim PMM melakukan pemantauan selama satu hari untuk melihat sejauh mana materi K3 diterapkan di lapangan. Tim PMM UMM menilai bahwa penerapan K3 di kalangan buruh tani tebu di Desa Sopet masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil pengamatan, baru sebagian peserta yang telah mempraktikkan prosedur K3 secara benar, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan pendampingan dan sosialisasi lanjutan agar penerapannya dapat merata.

Setelah pemantauan tersebut, Pak Didik menyampaikan pendapatnya terkait kegiatan sosialisasi K3: “Kegiatan ini bermanfaat karena sebagian buruh tani tebu sudah mulai menerapkan prinsip-prinsip K3 dalam pekerjaan sehari-hari. Namun, masih ada beberapa buruh tani yang berharap dapat lebih dibimbing dan didukung dalam menerapkan K3 secara konsisten.”

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan budaya kerja aman di kalangan buruh tani tebu, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas tanpa mengorbankan kesehatan dan keselamatan pekerja. Mahasiswa PMM UMM berharap kesadaran akan K3 dapat terus berkembang sehingga para pekerja mampu melindungi diri dan rekan kerja saat di lapangan.(sup)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 6 bulan Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4