Waktu Sekarang

27 Januari 2026 23:22

Jawa Timur Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Targetkan 7,4 Juta Anak

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net – Surabaya; Pemerintah meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah (CKG Sekolah) secara serentak pada Senin, 4 Agustus 2025. Di Jawa Timur, kick-off program digelar di dua lokasi, yakni SMPN 1 Padangan Kabupaten Bojonegoro yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), serta Pondok Pesantren Al Amanah Sidoarjo yang dihadiri Wakil Menteri Agama.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI, FINASIM., M.A.R.S., menjelaskan CKG Sekolah merupakan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo di bidang kesehatan. Program ini juga menjadi wujud komitmen Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk meningkatkan kesehatan anak dan remaja dengan mengutamakan langkah promotif dan preventif.

                                                                                                                                                                                          foto: Para Siswa Sekolah di Cek Kesehatan Gratis oleh dokter

“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungan penuh untuk mensukseskan CKG Sekolah di Jawa Timur. Dengan CKG, kita dapat mendeteksi faktor risiko kesehatan, kondisi pra-penyakit, dan penyakit sejak dini, sehingga penanganan bisa dilakukan tepat waktu,” ujar Prof. Erwin.

Capaian dan Sasaran
Berdasarkan data dashboard ASIK per 2 Agustus 2025, capaian CKG di Jawa Timur telah mencapai 3.684.075 orang dari total sasaran 42.089.271 penduduk. Dari jumlah tersebut, 7.496.854 merupakan anak sekolah, yang terdiri dari 3.961.168 anak usia SD, 1.770.555 anak usia SMP, dan 1.765.131 anak usia SMA.

Di SMPN 1 Padangan, sebanyak 958 siswa menjadi sasaran pemeriksaan, dengan 100 siswa mengikuti tes kebugaran. Kegiatan ini melibatkan 80 tenaga kesehatan dari 10 puskesmas. Sementara di Pesantren Al Amanah, 400 santri menjadi sasaran dan 50 santri mengikuti tes kebugaran, dengan dukungan 41 tenaga kesehatan dari puskesmas, klinik, Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta Kader Santri Husada.

Jenis Pemeriksaan
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa, gizi, tekanan darah, hepatitis B dan C, tuberkulosis (TBC), kebugaran jasmani, perilaku merokok, gula darah, talasemia, anemia, serta riwayat imunisasi.

Pelaksanaan program ini melibatkan kepala puskesmas, bidan, perawat, dokter gigi, kepala sekolah, guru, kader kesehatan, serta pendamping siswa. Program juga mendapat dukungan Tim Pembina UKS/M provinsi dan kabupaten/kota yang merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, dan Biro Kesra.

Menuju Generasi Emas Indonesia
Prof. Erwin menegaskan, CKG Sekolah merupakan langkah strategis mendukung misi Indonesia Emas 2045, yakni memperkuat pembangunan SDM melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

“Anak-anak sekolah saat ini adalah Generasi Emas Indonesia (GEMI) yang akan menjadi bahan bakar menuju Indonesia Emas 2045. Intervensi kesehatan sejak dini sangat penting untuk mencetak generasi unggul,” pungkasnya.

Sekolah diharapkan turut membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi jajanan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.(ila/ad)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 6 bulan Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4