Waktu Sekarang

27 Januari 2026 11:08

Total Sebanyak 5.703 Kader Posyandu Akan Terima Insentif Dari Pemkab Situbondo

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Foto: Dr.sandy hendrayono

 

matarajawali.net – Situbondo;Demi meningkatkan pelayanan kesehetan pemerintah Kab.Situbondo jawa timur memastikan akan menyalurkan insentif bagi ribuan kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di masyarakat.

Kurang lebih 5.703 kader Posyandu tercatat sebagai penerima insentif dari Pemkab Situbondo. Jumlah ini mencakup seluruh kader yang aktif untuk menjalankan tugas di berbagai desa dan juga dikelurahan.

Pencairan insentif tersebut disampaikan oleh langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Situbondo, Dr. Sandy Hendrayono (6/8/2025).

Dengan ini penyaluran akan dilakukan setelah pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2025.

“Penyaluran insentif ini sudah mendapat arahan langsung dari Bupati dan ditandatangani melalui Surat Keputusan (SK) penetapan kepada seluruh kader yang berhak menerima,” ujar Dr. Sandy Hendrayono

Total anggaran yang sudah disiapkan untuk penyaluran insentif ini cukup besar mencapai Rp2,8 miliar. Dana tersebut akan dibagi kepada seluruh kader yang sudah terverifikasi secara administrasi dan faktual.

Dan Pemkab Situbondo juga berencana menaikkan besaran insentif untuk tahun depan. Insentif kader Posyandu direncanakan akan naik menjadi Rp600 ribu, yang akan dibagikan dalam dua tahap.

“Peningkatan ini adalah bentuk apresiasi terhadap peran penting kader Posyandu dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi balita dan lansia.

Untuk memastikan bahwa insentif diterima oleh pihak yang benar-benar berhak, Dinas Kesehatan juga akan melakukan verifikasi ulang. Verifikasi ini akan mencakup status keaktifan kader, termasuk apakah masih bertugas atau sudah tidak aktif.

“Kadang ada yang sudah meninggal atau pindah ke luar negeri, itu sudah kami data dan digantikan dengan kader baru. Jadi proses verifikasi tetap kami lakukan secara berkala,” tutur Sandy.

Sandy juga menambahkan bahwa keberadaan kader Posyandu sangat penting dalam menyukseskan berbagai program layanan kesehatan di Situbondo, mulai dari imunisasi hingga pemantauan tumbuh kembang balita.

“Harapanya semua program kesehatan di Situbondo dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat. Kader Posyandu adalah ujung tombaknya.

(*Bupati Situbondo, Yusuf R. W. Prayogo*),menambahkan dan juga menegaskan pentingnya menjaga netralitas kader Posyandu. Ia meminta agar kader tidak terlibat dalam politik praktis, terlebih menjelang masa pemilu.

“Kader Posyandu cukup fokus melayani masyarakat. Urusan politik serahkan kepada saya, Mbak Ulfi, dan teman-teman di partai,” ujar bupati Mas Rio.

Bupati situbondo (*Mas Rio*( juga mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat desa agar tidak terseret dalam urusan politik. Ia menekankan bahwa pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama,dalam pelayanan masyarakat itu yang utama jangan sampai terseret urusan politik yang bisa mengganggu mending fokus kerja.

Sebagai bagian dari komitmen pelayanan kesehatan, Bupati situbondi mas Rio juga menyoroti pentingnya penanganan stunting di Situbondo.beliu mengaku telah menggandeng para ahli gizi untuk mengembangkan solusi lokal yang efektif.

Salah satu pendekatan yang dipilih adalah pemanfaatan daun kelor, atau yang dikenal sebagai maronggi di kalangan lokal. Daun ini dinilai sangat cocok untuk penanggulangan stunting karena kandungan gizinya yang tinggi.

“Bersama ahli gizi, saya arahkan agar fokus pada pengembangan produk dari kelor. Kita akan buat dalam berbagai varian agar mudah dikonsumsi masyarakat,”dengan dukungan kebijakan anggaran, peningkatan insentif, serta penguatan program kesehatan berbasis kader, Pemkab Situbondo menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan kesehatan.ujarnya(sup)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 6 bulan Yang Lalu
Berita Serupa
Kategori 1
Kategori 3
Kategori 2
Kategori 4