Waktu Sekarang

24 Juni 2024 11:19

Taman Budaya Cakti Bukit Nirwana Tampilkan Wisata Alam dan Budaya

Kategori :

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net-Kab Malang; Grand Opening Taman Budaya Cakti di Bukit Nirwana Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Minggu (12/11/2023) menyajikan wisata yang dipadukan dengan kebudayaan lokal.

Pembukaan Taman Budaya Cakti Bukit Nirwana yang dihadiri oleh Puteri Kesenian Jawa Timur 2023 Rovinta Yulia Putri tersebut, dimeriahkan dengan berbagai kesenian dan budaya lokal nusantara.

Prof. Dr. Cakti Indra Gunawan pengelola tempat wisata Bukit Nirwana manyampaikan kepada awak media yang hadir bahwa, pembukaan Taman Budaya Cakti tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan kesenian dan kebudayaan kepada para wisatawan.

“Taman Budaya Cakti ini lebih untuk mengenalkan dan melestarikan budaya kepada teman-teman di Malang Raya. Jadi anak-anak disini tidak melupakan budaya masing-masing,” ujarnya

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa setelah pembukaan Taman Budaya Cakti tersebut, setiap harinya akan ada petugas yang berbusana adat dari berbagai daerah di Indonesia yang akan ditampilkan secara bergiliran.

“Untuk setiap bulan akan ada kegiatan tari-tarian yang digelar disini agar supaya ada semangat untuk melestarikan budaya,” jelasnya

Dengan adanya semangat bersama untuk melestarikan budaya, diharapkan para pengunjung wisata ikut turut serta. Pihak pengelola Bukit Nirwana juga telah mempersiapkan baju adat yang bisa disewa oleh para wisatawan yang datang.

“Kita menyiapkan baju adat bagi mereka yang ingin wisata memakai baju adat. Mereka bisa berfoto bersama dengan teman-teman memakai baju adat, mulai dari Sumatera hingga NTT,” tegasnya

Pembukaan Taman Budaya Cakti didasari dari rasa keprihatinannya atas tergerusnya budaya lokal oleh budaya asing. Dirinya pun berharap masyarakat bisa ikut andil dalam mengembalikan kejayaan budaya lokal yang tergeser oleh budaya luar.

“Pesan-pesan saya kepada masyarakat Indonesia mari kita jaga budaya kita, jangan sampai hilang budaya kita. Jangan sampai kalah dengan dengan budaya luar seperti Drama Korea atau Drakor,” ucap Dosen Universitas Tribuana Malang tersebut.

Sebagai satu-satunya tempat wisata alam berbalut budaya di Malang, bahkan di Jawa Timur, dirinya berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Malang bisa mendukung.

“Harapannya untuk Dinas Pariwisata, tolong kami disuport untuk kegiatan pentas-pentas seperti ini dan mohon bisa melibatkan SD, SMP, SMA dan sebagainya karena kakak-kakak disini mahasiswa bisa mengajari tarian-tarian sesuai adat masing-masing. Mohon diajak kesini, kami siap bekerjasama,” tukasnya

Sementara itu ditempat yang sama, Putri Kesenian Jawa Timur Rovinta Yulia Putri juga siap untuk mendukung kegiatan dalam rangka melestarikan kesenian dan kebudayaan.

“Kalau saya siap mendukung, karena kesenian itu jarang adanya ditempat-tempat wisata. Baru disini saya menemukan taman budaya, dimana lebih menonjolkan budaya Indonesia daripada budaya asing budaya luar, seperti itu ya” terangnya.

Sebagai Putri Kesenian Jawa Timur, Rovinta berpesan kepada generasi muda agar tidak melupakan budaya Indonesia.

“Untuk adik-adik semua jangan hanya menonton budaya luar saja, karena kita hidup di Indonesia maka kita harus bisa membudayakan budaya Indonesia” pesannya.(ril)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 7 bulan Yang Lalu
Berita Serupa