Waktu Sekarang

24 Juni 2024 09:48

Gubenur Jatim Resmikan Gedung Rehabilitasi Medik Terpadu RSSA

Kategori : ,

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

matarajawali.net-Kota Malang; Gubernur Jawa Timur Khofifa Indar Parawansa meresmikan Gedung Rehabilitasi Medik Terpadu dan Management Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Saiful Anwar Kota Malang Jawa Timur, Sabtu (11/11/2023).

Dalam rangka menunjang Sarana Prasarana sebagai wujud meningkatkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, RSUD Dr Saiful Anwar Kota Malang terus berupaya meningkatkan kapasitas dengan pembangunan gedung yang berdesain modern.

Peresmian ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun RSUD Dr. Saiful Anwar Malang yang ke 44. Gedung baru RSSA Malang memiliki desain yang modern dan berwawasan lingkungan. Terdapat tiga lantai yang difungsikan penuh sebagai area medis. Ditambahnya ruangan untuk rehabilitasi medik diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan RSSA Malang.

Pada peresmian gedung tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Direktur RSSA Bahtiar Budianto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah menyampaikan jika dengan adanya penambahan gedung baru, tentu kualitas pelayanan yang diberikan pada masyarakat juga harus bertambah.

“Tentu dengan dilakukan peresmian ini diharapkan ada nafas baru dan harapan baru. Selain itu dengan adanya penguatan infrastruktur, maka kultur melayani masyarakat juga harus bertambah,” ucap Khofifah.

Khofifah menambahkan, jika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat juga dibutuhkan dari hulu hingga hilir. Baik itu dari satpam, hingga dokter harus tetap ramah dalam memberikan pelayanan pada pasien.

“Minta tolong dalam memberikan pelayanan nantinya ditata dari hulu hingga hilir. Mulai dari satpam, perawat, hingga dokter, kalau melayani harus keep smile (tetap tersenyum,red). Apa yang sudah kita pahami juga harus bisa kita implementasikan dalam memberikan pelayanan,” ucapnya.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan pesan pada Direktur RSUD Dr Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur, Dr dr Mochamad Bachtiar Budianto, untuk tidak sungkan dalam menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan. Apalagi jika menyangkut kebaikan dalam kualitas layanan yang diberikan.

“Karena saya berharap ketika penguatan infrastruktur ini bisa ditingkatkan, maka penguatan kultur pelayanan bisa dilakukan. Selain itu profesionalisme dalam memberikan pelayanan juga dibutuhkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengimbau seluruh RSUD Pemprov Jatim memberikan suasana pelayanan yang nyaman terhadap pasien. Setiap RSUD diharapkan mampu memberikan sugesti kesembuhan terhadap diri pasien.

Hal tersebut sempat ia rasakan ketika berkunjung di salah satu Rumah Sakit di Vienna Austria. Khofifah tidak merasakan suasana rumah sakit yang identik dengan bau obat ketika pertama kali menginjakkan kaki di rumah sakit tersebut.

“Rumah sakit di bagian bawah itu seperti plaza sehingga orang bisa happy masuk di situ. Tidak berasa bahwa di dalamnya ada tindakan macam-macam, tidak ada aroma obat. Itu tahun 1994 di Vienna, dan di tahun 2023 ini rasanya kita belum sampai pada suasana seperti itu,” ujarnya Khofifah.

Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat ini berharap seluruh RSUD Pemprov Jatim dapat menciptakan dan mewujudkan masterplan untuk membuat pasien yang masuk ke rumah sakit mendapatkan suasana nyaman, dengan hati yang senang.

“Hati yang lapang akan bereaksi pada pikiran yang lapang. Itu akan menjadikan raw input bagi para pasien. Suasana di rumah sakit dapat menjadikan mereka menjadi lapang dari awal,” sebutnya.

Untuk itu, Khofifah meminta keramahan dapat senantiasa tertanam pada setiap rumah sakit di Provinsi Jawa Timur. Jika secara infrastruktur rumah sakit dapat menyiapkan maka derajat kualitas layanan juga harus ditingkatkan.

“Itu butuh mental melayani, butuh kultur pelayanan dan hal ini tidak gampang. Rumah Sakit di Jatim saya harap bisa mengurangi terjadinya capital flight, di mana orang lebih memilih berobat di luar negeri. Saya rasa karena profesionalisme yang luar biasa sampai mereka merasa terjamin setelah dapat layanan dari RS di luar negeri. Mereka punya sugesti akan sembuh jika dilayani seperti ini,” tambahnya

Sementara itu Direktur RSSA, Direktur RSSA Malang, Dr. dr. M. Bachtiar Budianto menjelaskan bahwa memang Rehabilitasi Medik bukanlah layanan prioritas berdasarkan Kementerian Kesehatan RI. Kendati demikian banyak penanganan khususnya penyakit kronik membutuhkan layanan itu.

“Tetap kami prioritaskan karena rehabilitasi medik selalu menyertai seluruh jenis penyakit yang ada di Rumah Sakit,” ucapnya.

Melalui Rehabilitasi Medik, disertai dengan keberadaan para ahli dari RSSA, diharapkan mampu memperkecil risiko gangguan fungsi tubuh pada pasien.

“Ketika posisi tidak bergerak dan sebagainya, maka penyakit ikutannya akan sangat mengganggu secara fisik. Dengan keberadaan ahli Rehabilitasi Medik dan fasilitas pelayanan ini akan memperkecil risiko gangguan fungsi. Selain itu akan meningkatkan fungsi lainnya yang dapat dimaksimalkan seperti fisik, psikis, psikososial,”pungkasnya

No Tag
Matarajawali
Di Post : 7 bulan Yang Lalu
Berita Serupa