Waktu Sekarang

23 Juni 2024 23:33

Kejaksaan Negri Kota Batu Serahkan Uang Kerugian Negara Rp.950 Juta Kepada Bank Jatim.

Kategori :

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Matarajawali.net-Batu; Tim Kejaksaan Negri Kota Batu telah melaksanakan tindakan  eksekusi terhadap barang bukti yang dipergunakan dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Dalam proses Pemberian Kredit Modal Kerja (KMK) Pola Keppres kepada PT. ADHITAMA GLOBAL MANDIRI oleh Bank Jatim Cabang Kota Batu. Selasa 27 juni 2023.

Termasuk uang senilai Rp.950.000.000,- (Sembilan ratus lima puluh juta rupiah), yang telah disita oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dimana uang sejumlah tersebut di perhitungkan sebagai pengembalian kerugian keuangan negara.

Kasi Intel Kejari Batu, Mohammad Januar Ferdian mengatakan jika pihaknya melaksanakan tindakan eksekusi terhadap barang bukti (BB) yang dipergunakan dalam perkara tipikor.

“Pengembalian yang diberikan kepada Bank Jatim itu merupakan perintah dari Kejati Jatim kepada kami sebagai pengurangan kerugian keuangan negara yang memiliki total Rp 5,89 miliar. Sehingga kerugian negara yang masih ada sebesar Rp 4,78 miliar,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Januar, dalam persidangan perkara tindak pidana korupsi kasus ini sudah putuskan oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, dengan empat terdakwa Wahyu Prasetyawan, Fajar, Jonny Suprapto dan Fredy Nugroho Sasongko.

“Nah empat terdakwa dituntut dengan hukuman berbeda. JPU menuntut terdakwa Wahyu Prasetyawan, debitur Bank Jatim dengan 9 tahun penjara. Dia juga dijatuhkan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan,” tuturnya.

Sedangkan terdakwa Fajar, mantan Kepala Bank Jatim Cabang Pembantu Bumiaji, Kota Batu dituntut penjara 5 tahun dan 6 bulan serta denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara.

“Lalu terdakwa Jonny Suprapto direktur perusahaan penerima kredit dituntut penjara 6 tahun dan denda sebesar Rp500 juta subsider 6 enam bulan kurungan. Selain itu, Jonni juga dijatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp160 juta,” katanya .

Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Jika tidak, maka diganti hukuman 3 tahun.

“Dan yang terakhir, terdakwa Fredy Nugroho Sasongko, penyedia analis kredit Bank Jatim cabang pembantu Bumiaji, dituntut dengan hukuman pidana selama 5 tahun. Dia juga dijatuhi denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan,” katanya.

Perlu diketahui, kasus tersebut bermula, saat Wahyu mengetahui proses tender tiga kegiatan pembangunan yang dibiayai APBN yakni pembangunan gedung praktik pembelajaran Madrasah Aliyah Negeri 3 Kabupaten Blitar senilai Rp3,5 miliar, pembangunan UM Mart Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2020, nilai Rp7 miliar, lalu pembangunan gedung gelanggang prestasi Fakultas Administrasi Universitas Brawijaya tahun anggaran 2020 dengan nilai Rp10,2 miliar.

Wahyu yang tidak memiliki badan usaha lalu meminjam bendera PT Adhitama Global Mandiri milik Jonni. Berbekal Surat Perintah Kerja (SPK), Wahyu lalu mengajukan kredit di Bank Jatim Cabang Pembantu Bumiaji Kota Batu. Pihak Bank Jatim memproses kredit dengan model kredit modal kerja (KMK) pola Keppres.

Dalam prosesnya, agunan yang diberikan calon debitur tidak sesuai dengan ketentuan. Meski begitu, pihak bank tidak melakukan pemblokiran rekening debitur. Dengan tidak diblokirnya rekening debitur tersebut, menyebabkan Wahyu dapat mencairkan seluruh termin proyek yang dibayarkan tanpa dipotong untuk angsuran kredit KMK pola Keppres.(och-Red)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 12 bulan Yang Lalu
Berita Serupa