Waktu Sekarang

24 Juni 2024 09:43

Pemprov Jatim Beri Tunjangan Kehormatan ke 1000 Seniman dan 240 Juru Pelihara Cagar Budaya

Kategori :

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Foto: Gubernur Khofifah Berikan Apresiasi Seniman Jawa Timur di Gedung Grahadi Surabaya

Matarajawali.net-Jatim; Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memberikan apresiasi dan tunjangan kehormatan pada 1.000 seniman dan 240 juru pelihara cagar budaya Jatim, di Gedung Negara Grahadi.

Apresiasi itu diberikan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Agenda ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi Gubernur bersama dengan para pegiat seni dan juru pelihara cagar budaya di Jatim.

Apresiasi kepada seniman ini diberikan Khofifah secara simbolis kepada 80 orang seniman yang masing-masing menerima Rp500.000. Serta tunjangan kehormatan senilai Rp1.100.000 secara simbolis kepada 20 juru pelihara cagar budaya.

“Ini adalah bagian silaturahim kami kepada panjenengan semua yang sudah nguri-nguri, mengembangkan, menghidupkan dan menyemai rasa damai kepada seluruh warga bangsa. Karena seni itu nggak ada batasnya,” kata Khofifah, Jumat (7/4/2023).

Khofifah berharap, pemberian apresiasi ini bisa menjadi motivasi bagi para seniman Jatim supaya bisa terus berkarya dan berekspresi. Tujuannya agar kebudayaan di Jatim bisa terus tumbuh.

Untuk diketahui, seniman penerima apresiasi dari Gubernur Jatim ini adalah seniman yang diusulkan dan diverifikasi oleh masing-masing Dinas Kebudayaan Kabupaten Kota di Jawa Timur.

Di antaranya 10 orang seniman dari Kabupaten Gresik, 10 orang seniman dari Kabupaten Bangkalan, 10 orang seniman dari Kabupaten Mojokerto, 10 orang seniman dari Kota Mojokerto, 11 orang seniman dari Kota Surabaya, dan 20 orang seniman dari Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan 9 orang sisanya merupakan undangan bagi maestro seniman dan budayawan.

Begitu juga dengan pemberian tunjangan kehormatan bagi juru pelihara cagar budaya di Jatim. Khofifah menyebut hal ini dilakukan untuk memompa semangat dalam merawat, menjaga, dan melestarikan cagar budaya.

Menurut Khofifah, cagar budaya memiliki peranan penting sebagai simbol eksistensi dari suatu kebudayaan di wilayah tertentu.

“Saya ingin menyampaikan bagaimana seni dan Religi itu menjadi kekuatan yang luar biasa, antara seni dan religi itu nyekrup,” katanya.

Sementara itu,Dr.Hudiyono,M.Si Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim melaporkan pada tahun 2022, Jatim telah mendapatkan sembilan pengakuan warisan budaya tak benda salah satunya yaitu Sholawat Badar.

“Tahun ini kami kembali mengajukan 28 karya budaya untuk mendapatkan pengakuan warisan budaya tak benda,” ujar Hudiyono.

Pada kesempatan yang sama, Abing Santoso Perwakilan Seniman dari bidang tari mengatakan bahwa di tahun 2022 kemarin, ia berhasil mencuri banyak perhatian lewat tarian yang ia peragakan bersama muridnya di SMKN 12 Surabaya yang diiringi dengan gending srampat Jawa Timuran.

Melalui video tarian yang dia unggah lewat media sosialnya, banyak anak-anak muda yang tertarik mempelajari seni dan budaya.

“Karena itu saya tetap mempunyai misi bahwa melestarikan dan mengembangkan seni tradisional di Jatim,” ungkapnya.(ila/ad)

No Tag
Matarajawali
Di Post : 20:52
Berita Serupa